Alih Fungsi Dapur MBG Buktikan Negara Hadir Cepat saat Bencana
Kamis, 11 Desember 2025 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Trubus mengingatkan bahwa Badan Gizi Nasional harus memperkuat fungsi monitoring agar kualitas makanan MBG tetap terjaga baik dalam situasi normal maupun selama penanganan bencana. Ia menyebut ada potensi masalah yang bisa muncul jika koordinasi tidak berjalan optimal, seperti keterlambatan pasokan, kualitas pangan menurun, atau risiko kontaminasi.
“Koordinasi yang lemah bisa memunculkan masalah klasik, misalnya kasus keracunan makanan yang pernah terjadi pada program bantuan pangan di beberapa daerah. Itu harus dicegah dengan pengawasan ketat,” ujarnya.
Ia menegaskan tiga aspek utama yang harus dijaga oleh pemerintah dalam implementasi MBG yaitu kualitas makanan, mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga penyajian.
Kemudian kelancaran distribusi, terutama pada daerah terisolasi atau yang menghadapi hambatan logistik. Juga ketepatan sasaran, baik untuk pelajar sebagai penerima utama MBG maupun masyarakat terdampak bencana.
Dalam situasi darurat seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Trubus menyebut kesempurnaan bukan prioritas. Fokus utama adalah memastikan setiap korban mendapatkan makanan layak setiap hari.
“Pada masa bencana tidak ada distribusi yang sempurna. Yang penting korban bisa makan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi terlebih dahulu,” pungkasnya.
“Koordinasi yang lemah bisa memunculkan masalah klasik, misalnya kasus keracunan makanan yang pernah terjadi pada program bantuan pangan di beberapa daerah. Itu harus dicegah dengan pengawasan ketat,” ujarnya.
Ia menegaskan tiga aspek utama yang harus dijaga oleh pemerintah dalam implementasi MBG yaitu kualitas makanan, mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga penyajian.
Kemudian kelancaran distribusi, terutama pada daerah terisolasi atau yang menghadapi hambatan logistik. Juga ketepatan sasaran, baik untuk pelajar sebagai penerima utama MBG maupun masyarakat terdampak bencana.
Dalam situasi darurat seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Trubus menyebut kesempurnaan bukan prioritas. Fokus utama adalah memastikan setiap korban mendapatkan makanan layak setiap hari.
“Pada masa bencana tidak ada distribusi yang sempurna. Yang penting korban bisa makan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi terlebih dahulu,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :