Satgas: 23 Daerah Selama 3 Pekan Bertahan di Zona Merah

Selasa, 15 September 2020 - 18:29 WIB
loading...
Satgas: 23 Daerah Selama...
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ada 23 kabupaten/kota dengan zona risiko tinggi tanpa perubahan selama 3 minggu berturut-turut. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa dalam waktu satu pekan ini terjadi penurunan jumlah daerah zona merah atau dengan risiko penularan tinggi. Penurunan ini salah satunya karena ada sejumlah daerah yang telah yang lulus dari zona merah.

"Kami ingin menyampaikan ada 34 kabupaten/kota dengan perubahan zona merah menjadi zona oranye. Kami perlu menghargai 34 kabupaten/kota ini karena telah mampu mengurangi risiko daerahnya menjadi lebih baik meskipun zonanya zona oranye," katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (15/9/2020).

Wiku menyebutkan 34 daerah tersebut antara lain Aceh Barat, Kota Banda Aceh, Kota Binjai, Kota Gunungsitoli, Agam, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Bukitinggi, Pelalawan, Kuantan Singingi, Kota Dumai, Lahat, dan Kota Lubuk Linggau. Lalu Kota Tanjung Pinang, Jakarta Pusat, Kota Bekasi, Kota Semarang, Probolinggo, Sidoarjo, Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Jembrana, Tabanan, Barito Selatan, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tanah Laut, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Kota Manado, Kota Makassar, dan Teluk Bintuni. (Baca juga: Dalam Seminggu Zona Merah-Hijau Berkurang, Zona Oranye-Kuning Bertambah )

"Harus didorong lagi menjadi zona kuning dan hijau," ujarnya.

Wiku mengungkapkan ada 23 kabupaten/kota dengan zona risiko tinggi tanpa perubahan selama 3 minggu berturut-turut. Dia mengatakan bahwa ini merupakan alarm bagi semua pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Berita Terkini
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved