Sandi Mandela Tegaskan GM FKPPI Hadir untuk Negeri: 11 Rumah Huntara Dibangun bagi Korban Bencana Sumbar
Minggu, 07 Desember 2025 - 16:54 WIB
loading...
Keluarga Besar Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) bergerak cepat dalam upaya pemulihan pascabencana alam di Sumatera Barat (Sumbar). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Keluarga Besar Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) bergerak cepat dalam upaya pemulihan pascabencana alam di Sumatera Barat (Sumbar). Atas arahan langsung dari Ketua Umum GM FKPPI Sandi Rahmat Mandela, organisasi ini melakukan pembangunan 11 unit Rumah Huntara (Hunian Sementara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Hunian ini diperkirakan dapat menampung sekitar sekitar 40 jiwa, dan saat ini progres pembangunan sudah mendekati tahap penyelesaian akhir. Dalam keterangannya, Sandi Mandela menegaskan bahwa GM FKPPI wajib hadir dalam situasi kebencanaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial organisasi dan sebagai bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“GM FKPPI tidak boleh absen ketika rakyat menghadapi situasi sulit. Kita harus hadir dengan tindakan yang terukur dan memberi solusi nyata. Hunian sementara ini adalah bukti bahwa solidaritas dan keberpihakan itu diwujudkan dalam kerja, bukan sekadar wacana,” ujar Sandi, dikutip Minggu (7/12/2025).
![Sandi Mandela Tegaskan GM FKPPI Hadir untuk Negeri: 11 Rumah Huntara Dibangun bagi Korban Bencana Sumbar]()
Baca juga: Ditanya Prabowo soal Listrik di Aceh, Bahlil: Malam Ini 97 Persen Nyala Semua
Pelaksanaan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua GM FKPPI Sumatera Barat, Nanda Satria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Huntara dilakukan berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga fungsi perlindungan selama masa pemulihan.
“Bencana bukan hanya merusak rumah, tetapi meruntuhkan rasa aman. Kehadiran Rumah Huntara ini diharapkan memberi ruang untuk pulih, bertahan, dan memulai kembali kehidupan. Kami bekerja secepat dan setepat mungkin agar warga terdampak memiliki tempat berteduh yang layak,” ujar Nanda.
Sekretaris Jenderal GM FKPPI Stalino Tanoto Saerang, turut memberikan pernyataan mengenai proses dan koordinasi pelaksanaan kegiatan ini. “Koordinasi antara pusat dan daerah berjalan efektif. Respons cepat ini menunjukkan bahwa GM FKPPI mampu hadir sebagai elemen strategis dalam membantu masyarakat di situasi bencana. Langkah ini bukan yang pertama, dan tidak akan menjadi yang terakhir,” tegas Stalino.
Menutup pernyataannya, Ketua Umum GM FKPPI Sandi Rahmat Mandela, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Huntara ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang organisasi dalam kerja kemanusiaan. “Tugas kita tidak berhenti di pembangunan hunian ini. Kita akan terus memastikan proses pemulihan berjalan dan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. GM FKPPI akan tetap hadir dan berdiri bersama rakyat,” pungkasnya.
Pembangunan Rumah Huntara ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan bagi para penyintas dan mencerminkan semangat solidaritas, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.
Hunian ini diperkirakan dapat menampung sekitar sekitar 40 jiwa, dan saat ini progres pembangunan sudah mendekati tahap penyelesaian akhir. Dalam keterangannya, Sandi Mandela menegaskan bahwa GM FKPPI wajib hadir dalam situasi kebencanaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial organisasi dan sebagai bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“GM FKPPI tidak boleh absen ketika rakyat menghadapi situasi sulit. Kita harus hadir dengan tindakan yang terukur dan memberi solusi nyata. Hunian sementara ini adalah bukti bahwa solidaritas dan keberpihakan itu diwujudkan dalam kerja, bukan sekadar wacana,” ujar Sandi, dikutip Minggu (7/12/2025).

Baca juga: Ditanya Prabowo soal Listrik di Aceh, Bahlil: Malam Ini 97 Persen Nyala Semua
Pelaksanaan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua GM FKPPI Sumatera Barat, Nanda Satria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Huntara dilakukan berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga fungsi perlindungan selama masa pemulihan.
“Bencana bukan hanya merusak rumah, tetapi meruntuhkan rasa aman. Kehadiran Rumah Huntara ini diharapkan memberi ruang untuk pulih, bertahan, dan memulai kembali kehidupan. Kami bekerja secepat dan setepat mungkin agar warga terdampak memiliki tempat berteduh yang layak,” ujar Nanda.
Sekretaris Jenderal GM FKPPI Stalino Tanoto Saerang, turut memberikan pernyataan mengenai proses dan koordinasi pelaksanaan kegiatan ini. “Koordinasi antara pusat dan daerah berjalan efektif. Respons cepat ini menunjukkan bahwa GM FKPPI mampu hadir sebagai elemen strategis dalam membantu masyarakat di situasi bencana. Langkah ini bukan yang pertama, dan tidak akan menjadi yang terakhir,” tegas Stalino.
Menutup pernyataannya, Ketua Umum GM FKPPI Sandi Rahmat Mandela, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Huntara ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang organisasi dalam kerja kemanusiaan. “Tugas kita tidak berhenti di pembangunan hunian ini. Kita akan terus memastikan proses pemulihan berjalan dan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. GM FKPPI akan tetap hadir dan berdiri bersama rakyat,” pungkasnya.
Pembangunan Rumah Huntara ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan bagi para penyintas dan mencerminkan semangat solidaritas, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.
(rca)
Lihat Juga :