Gelar Dialog Lintas Agama, Menag Tawarkan Kerukunan Ekologis Dunia
Sabtu, 06 Desember 2025 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
Nasaruddin Umar menambahkan ekoteologi telah digagas dan kini relevansinya semakin kuat seiring meningkatnya krisis ekologis. Menurut Nasaruddin Umar, kerukunan umat beragama tidak dapat berdiri di atas fondasi lingkungan yang rusak. Ketika alam terganggu, stabilitas sosial, kenyamanan beribadah, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdampak.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muslim World League, Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, menyambut gagasan ekoteologi Indonesia dengan antusias. Ia menilai forum internasional yang mengangkat tema agama dan ekologi masih sangat jarang, padahal kerusakan lingkungan merupakan ancaman yang dirasakan semua komunitas iman.
Baca juga: Liga Muslim Dunia Serukan Penghentian Perang di Palestina
“Ketika banjir atau kerusakan ekosistem terjadi, tidak ada satu pun kelompok agama yang terbebas dari dampaknya,” ujarnya. Ia memuji ekoteologi sebagai terobosan penting dalam percakapan global tentang keberlanjutan.
Dialog ini menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama Indonesia, masing-masing menyampaikan perspektif ekologis dari tradisi keagamaan mereka. Tampak hadir Mantan Menteri Agama sekaligus penggagas moderasi beragama Lukman Hakim Saifuddin ; Ketua Umum Permabudhi Philip Kuntojo Widjaja; Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Christophorus Tri Harsono, Ketua Umum PGI Jacklevyn Frits Manupatty;
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muslim World League, Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, menyambut gagasan ekoteologi Indonesia dengan antusias. Ia menilai forum internasional yang mengangkat tema agama dan ekologi masih sangat jarang, padahal kerusakan lingkungan merupakan ancaman yang dirasakan semua komunitas iman.
Baca juga: Liga Muslim Dunia Serukan Penghentian Perang di Palestina
“Ketika banjir atau kerusakan ekosistem terjadi, tidak ada satu pun kelompok agama yang terbebas dari dampaknya,” ujarnya. Ia memuji ekoteologi sebagai terobosan penting dalam percakapan global tentang keberlanjutan.
Dialog ini menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama Indonesia, masing-masing menyampaikan perspektif ekologis dari tradisi keagamaan mereka. Tampak hadir Mantan Menteri Agama sekaligus penggagas moderasi beragama Lukman Hakim Saifuddin ; Ketua Umum Permabudhi Philip Kuntojo Widjaja; Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Christophorus Tri Harsono, Ketua Umum PGI Jacklevyn Frits Manupatty;
Lihat Juga :