Peringati HDI 2025, Kemendikdasmen Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif bagi Murid Disabilitas
Kamis, 04 Desember 2025 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyebut keberhasilan pendidikan yang bersifat inklusif hanya akan tercapai melalui kolaborasi yang menyeluruh lintas sektor. Hetifah berharap momentum HDI 2025 dapat mempercepat perluasan layanan pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu.
“Tema partisipasi semesta mengajak kita melibatkan seluruh lingkungan sosial pemerintah, DPR, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, komunitas, sekolah, hingga orang tua. Bagi anak-anakku peserta didik, tentu pendidikan bukan hanya tentang kemampuan akademik, tapi tentang menemukan ruang untuk mengembangkan bakat dan potensi diri kalian semua,” paparnya.
Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, melaporkan rangkaian kegiatan HDI 2025 diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat bersama murid SLB, peresmian revitalisasi SLB, serta gelar wicara dengan narasumber-narasumber hebat yang membagi praktik baik dalam memberikan layanan bagi penyandang disabilitas.
Seluruh rangkaian dirancang untuk meningkatkan kesadaran publik, meningkatkan partisipasi semesta dalam memberikan akomodasi yang layak, serta memperkuat komitmen kolaborasi multipihak.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap kolaborasi multipihak semakin kuat dalam mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan menghargai keragaman bagi seluruh penyandang disabilitas di tanah air,” ucapnya.
Dengan peluncuran Tujuh Pilar Akomodasi Layak pada HDI 2025, Kemendikdasmen berharap upaya pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas semakin komprehensif dan berkelanjutan. Pendidikan inklusif hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa kecuali, dapat belajar, berkembang, dan meraih masa depan terbaiknya.
“Tema partisipasi semesta mengajak kita melibatkan seluruh lingkungan sosial pemerintah, DPR, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, komunitas, sekolah, hingga orang tua. Bagi anak-anakku peserta didik, tentu pendidikan bukan hanya tentang kemampuan akademik, tapi tentang menemukan ruang untuk mengembangkan bakat dan potensi diri kalian semua,” paparnya.
Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, melaporkan rangkaian kegiatan HDI 2025 diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat bersama murid SLB, peresmian revitalisasi SLB, serta gelar wicara dengan narasumber-narasumber hebat yang membagi praktik baik dalam memberikan layanan bagi penyandang disabilitas.
Seluruh rangkaian dirancang untuk meningkatkan kesadaran publik, meningkatkan partisipasi semesta dalam memberikan akomodasi yang layak, serta memperkuat komitmen kolaborasi multipihak.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap kolaborasi multipihak semakin kuat dalam mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan menghargai keragaman bagi seluruh penyandang disabilitas di tanah air,” ucapnya.
Dengan peluncuran Tujuh Pilar Akomodasi Layak pada HDI 2025, Kemendikdasmen berharap upaya pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas semakin komprehensif dan berkelanjutan. Pendidikan inklusif hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa kecuali, dapat belajar, berkembang, dan meraih masa depan terbaiknya.
(shf)
Lihat Juga :