Pilkada Serentak 2020 Digelar Desember Dinilai Kurang Realistis
Rabu, 15 April 2020 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, lanjutnya, kualitas pilkada juga tak hanya ditentukan dengan memperlihatkan tingkat partisipasi yang tinggi atau seberapa tinggi atau rendah tingkat kecurangan saat proses pemilihan hingga penentuan pemenang.
Menurutnya, kualitas pilkada sudah dinilai sejak rekrutmen paling awal di tingkat parpol atau koalisi parpol pengusung bakal calon. Begitu juga dengan calon independen, proses mereka mengumpulkan dukungan juga menentukan kualitas bakal calon yang mengikuti pilkada.
"Tahapan-tahapan ini pasti harus dimulai segera dalam satu sampai tiga bulan ke depan. Itulah yang kemudian jadi alasan kenapa penundaan ke Desember itu terlihat sebagai pilihan yang terlalu optimistis tetapi kurang realistis," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada DPR, pemerintah, dan penyelenggara pemilu jangan terlalu bernafsu memaksakan pelaksanaan Pilkada harus dilakukan tahun ini, tanpa memperhitungkan secara seksama kondisi-kondisi faktual yang berlangsung saat ini.
Betul, kata Lucius, bahwa pelaksanaan pilkada secepatnya lantaran pertimbangan periode masa jabatan kepala daerah yang akan segera berakhir. Akan tetapi, ini masih bisa disiasati jika semua pihak menginginkan kualitas pemimpin yang dihasilkan oleh pilkada mendatang memberikan harapan perubahan.
Menurutnya, kualitas pilkada sudah dinilai sejak rekrutmen paling awal di tingkat parpol atau koalisi parpol pengusung bakal calon. Begitu juga dengan calon independen, proses mereka mengumpulkan dukungan juga menentukan kualitas bakal calon yang mengikuti pilkada.
"Tahapan-tahapan ini pasti harus dimulai segera dalam satu sampai tiga bulan ke depan. Itulah yang kemudian jadi alasan kenapa penundaan ke Desember itu terlihat sebagai pilihan yang terlalu optimistis tetapi kurang realistis," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada DPR, pemerintah, dan penyelenggara pemilu jangan terlalu bernafsu memaksakan pelaksanaan Pilkada harus dilakukan tahun ini, tanpa memperhitungkan secara seksama kondisi-kondisi faktual yang berlangsung saat ini.
Betul, kata Lucius, bahwa pelaksanaan pilkada secepatnya lantaran pertimbangan periode masa jabatan kepala daerah yang akan segera berakhir. Akan tetapi, ini masih bisa disiasati jika semua pihak menginginkan kualitas pemimpin yang dihasilkan oleh pilkada mendatang memberikan harapan perubahan.
Lihat Juga :