Dukung Program Prabowo, Korpri Luncurkan Program 1 Juta Vaksin untuk ASN
Jum'at, 28 November 2025 - 16:37 WIB
loading...
Dukung Program Prabowo, Korpri luncurkan program 1 juta vaksin untuk ASN. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pengurus Korpri Nasional menegaskan komitmennya mendukung agenda nasional untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan sehat. Salah satunya dengan meluncurkan Program Vaksinasi Kanker Serviks untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Keluarganya.
Ketua Umum DP Korpri Nasional Zudan Arif Fakrulloh menegaskan program ini merupakan kontribusi penting Korpri dalam mendukung agenda nasional, khususnya komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat.
Zudan menyatakan, kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia. Oleh karena itu, Korpri menilai program vaksin ini menjadi sangat penting untuk memastikan ASN perempuan dan keluarga ASN terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
"Program 1 Juta Vaksinasi HPV untuk ASN ini menyasar ASN perempuan usia 18–45 tahun, istri ASN yang memenuhi syarat medis, dan anak perempuan ASN usia 9–15 tahun,” kata Prof Zudan saat launching di Grand Sahid Hotel Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: BKN Ungkap Kenaikan Pangkat ASN Naik Jadi 12 Kali Dalam Setahun
Zudan memparkan, untuk tahap awal, penerima vaksin dilakukan melalui pilot project di delapan provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Timur serta BKN.
"Setelah itu, program akan diperluas dengan target nasional satu juta vaksinasi untuk menciptakan perlindungan menyeluruh di lingkungan ASN," ujarnya.
Melalui program vaksinasi ini, lanjutnya, Korpri menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya pencegahan penyakit di tubuh birokrasi. “Dengan ASN yang sehat, Indonesia akan menjadi negara yang kuat,” tegas Prof Zudan.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, saat ini di Indonesia ada 36.000 kasus baru kanker serviks dan 70% nya sudah berada pada stadium yang lanjut.
"Rata-rata sudah stadium yang harus dikemoterapi, harus diiradiasi, harus kontrol balik, padahal kanker ini adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah. Karena kita tahu, sebabnya adalah infeksi human papilloma virus dan human papilloma virus ini bisa dimatikan dengan vaksinasi," katanya.
Ketua Umum DP Korpri Nasional Zudan Arif Fakrulloh menegaskan program ini merupakan kontribusi penting Korpri dalam mendukung agenda nasional, khususnya komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat.
Zudan menyatakan, kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia. Oleh karena itu, Korpri menilai program vaksin ini menjadi sangat penting untuk memastikan ASN perempuan dan keluarga ASN terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
"Program 1 Juta Vaksinasi HPV untuk ASN ini menyasar ASN perempuan usia 18–45 tahun, istri ASN yang memenuhi syarat medis, dan anak perempuan ASN usia 9–15 tahun,” kata Prof Zudan saat launching di Grand Sahid Hotel Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: BKN Ungkap Kenaikan Pangkat ASN Naik Jadi 12 Kali Dalam Setahun
Zudan memparkan, untuk tahap awal, penerima vaksin dilakukan melalui pilot project di delapan provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Timur serta BKN.
"Setelah itu, program akan diperluas dengan target nasional satu juta vaksinasi untuk menciptakan perlindungan menyeluruh di lingkungan ASN," ujarnya.
Melalui program vaksinasi ini, lanjutnya, Korpri menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya pencegahan penyakit di tubuh birokrasi. “Dengan ASN yang sehat, Indonesia akan menjadi negara yang kuat,” tegas Prof Zudan.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, saat ini di Indonesia ada 36.000 kasus baru kanker serviks dan 70% nya sudah berada pada stadium yang lanjut.
"Rata-rata sudah stadium yang harus dikemoterapi, harus diiradiasi, harus kontrol balik, padahal kanker ini adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah. Karena kita tahu, sebabnya adalah infeksi human papilloma virus dan human papilloma virus ini bisa dimatikan dengan vaksinasi," katanya.
(cip)
Lihat Juga :