Denny JA Dapat Penghargaan Sastra Global untuk Pengembangan Puisi Esai
Kamis, 27 November 2025 - 13:21 WIB
loading...
Sastrawan dan penggagas genre puisi esai Denny JA menerima BRICS Award for Literary Innovation. Penghargaan tersebut akan diserahkan pada akhir November 2025 di Khabarovsk, Rusia. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Sastrawan dan penggagas genre puisi esai Denny JA menerima BRICS Award for Literary Innovation, sebuah penghargaan internasional yang diberikan BRICS Arts Festival. Penghargaan tersebut akan diserahkan pada akhir November 2025 di Khabarovsk, Rusia.
Denny JA membenarkan telah menerima dua surat konfirmasi dari panitia, masing-masing melalui Sastri Bakry, Koordinator BRICS Indonesia, serta surat resmi bertanda stempel dari Ostroverkh–Kvanchiani Aleksandr Igorevich, Kepala Direksi Festival Seni Internasional BRICS.
Baca juga: Gagasan Spiritualitas Denny JA soal Jembatan Antaraagama
Dia menekankan pentingnya keberagaman suara sastra di tengah dominasi perspektif dari Barat. “Berbagai negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin juga memiliki suara sastra yang mampu menyeimbangkan dominasi Barat,” ujar Denny JA, Kamis (27/11/2025).
BRICS Literature Award menjadi ruang penting bagi representasi budaya dan pengalaman dari negara-negara Global South. BRICS Literature Award dibentuk pada Forum ‘Traditional Values’ tahun 2024 dan menyeleksi penulis melalui proses longlist, shortlist, hingga penentuan pemenang oleh dewan juri lintas negara.
Dia memahami terdapat dua kategori penghargaan sastra BRICS, meski dia belum mengetahui pemenang kategori lainnya. Penghargaan diberikan kepada Denny JA atas kontribusinya dalam melahirkan dan mengembangkan genre puisi esai, sebuah inovasi sastra yang menggabungkan unsur liris, naratif, dan data faktual.
Genre yang diperkenalkannya pada 2012 itu kini berkembang menjadi medium dokumentasi tragedi dan harapan sosial, ruang eksplorasi estetika sekaligus laporan sosial, gerakan literasi lintas negara, tema kajian akademik, serta inspirasi festival regional seperti ASEAN Poetry Essay Festival di Malaysia.
Melalui Denny JA Foundation, dia juga mendirikan dana abadi untuk memastikan perkembangan puisi esai tetap berlanjut. “Inovasi sastra tidak cukup hanya diciptakan, tetapi harus dibangun ekosistemnya,” katanya.
Undangan penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap perjalanan panjang eksperimen sastra yang dia mulai lebih dari satu dekade lalu. “Kadang, langkah kecil yang kita ayunkan sendiri tanpa sorotan ternyata membentuk jalan yang dilihat dunia,” ujarnya.
Penghargaan BRICS di Khabarovsk pada 25–30 November 2025 juga akan menampilkan pameran seni multidisipliner, festival fotografi, kelas master sinematografi, pemutaran film pemenang BRICS Film Festival,reenactment sejarah, serta pemutaran khusus film besar yang akan dirilis tahun 2026.
Denny menilai penghargaan ini memperkuat posisi Indonesia di peta sastra internasional. Namun, esensi terpenting tetap pada kekuatan karya.
“Penghargaan dapat pudar oleh waktu. Namun karya yang lahir dari kejujuran akan menemukan jalannya sendiri ke tangan siapa pun yang membutuhkannya," katanya.
Denny JA membenarkan telah menerima dua surat konfirmasi dari panitia, masing-masing melalui Sastri Bakry, Koordinator BRICS Indonesia, serta surat resmi bertanda stempel dari Ostroverkh–Kvanchiani Aleksandr Igorevich, Kepala Direksi Festival Seni Internasional BRICS.
Baca juga: Gagasan Spiritualitas Denny JA soal Jembatan Antaraagama
Dia menekankan pentingnya keberagaman suara sastra di tengah dominasi perspektif dari Barat. “Berbagai negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin juga memiliki suara sastra yang mampu menyeimbangkan dominasi Barat,” ujar Denny JA, Kamis (27/11/2025).
BRICS Literature Award menjadi ruang penting bagi representasi budaya dan pengalaman dari negara-negara Global South. BRICS Literature Award dibentuk pada Forum ‘Traditional Values’ tahun 2024 dan menyeleksi penulis melalui proses longlist, shortlist, hingga penentuan pemenang oleh dewan juri lintas negara.
Dia memahami terdapat dua kategori penghargaan sastra BRICS, meski dia belum mengetahui pemenang kategori lainnya. Penghargaan diberikan kepada Denny JA atas kontribusinya dalam melahirkan dan mengembangkan genre puisi esai, sebuah inovasi sastra yang menggabungkan unsur liris, naratif, dan data faktual.
Genre yang diperkenalkannya pada 2012 itu kini berkembang menjadi medium dokumentasi tragedi dan harapan sosial, ruang eksplorasi estetika sekaligus laporan sosial, gerakan literasi lintas negara, tema kajian akademik, serta inspirasi festival regional seperti ASEAN Poetry Essay Festival di Malaysia.
Melalui Denny JA Foundation, dia juga mendirikan dana abadi untuk memastikan perkembangan puisi esai tetap berlanjut. “Inovasi sastra tidak cukup hanya diciptakan, tetapi harus dibangun ekosistemnya,” katanya.
Undangan penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap perjalanan panjang eksperimen sastra yang dia mulai lebih dari satu dekade lalu. “Kadang, langkah kecil yang kita ayunkan sendiri tanpa sorotan ternyata membentuk jalan yang dilihat dunia,” ujarnya.
Penghargaan BRICS di Khabarovsk pada 25–30 November 2025 juga akan menampilkan pameran seni multidisipliner, festival fotografi, kelas master sinematografi, pemutaran film pemenang BRICS Film Festival,reenactment sejarah, serta pemutaran khusus film besar yang akan dirilis tahun 2026.
Denny menilai penghargaan ini memperkuat posisi Indonesia di peta sastra internasional. Namun, esensi terpenting tetap pada kekuatan karya.
“Penghargaan dapat pudar oleh waktu. Namun karya yang lahir dari kejujuran akan menemukan jalannya sendiri ke tangan siapa pun yang membutuhkannya," katanya.
(jon)
Lihat Juga :