Modernisasi Pertanian Kunci Pemerintah Wujudkan Swasembada Pangan
Selasa, 25 November 2025 - 10:53 WIB
loading...
A
A
A
Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak ke 124%, jauh melampaui target 110% yang dicanangkan bersama Menteri Keuangan dan Komisi IV DPR. "Permintaan pupuk naik 20% karena petani bersemangat menanam. Harganya bagus, pupuknya tersedia, hasilnya nyata," kata Amran.
Untuk memastikan ketersediaan pangan jangka panjang, pemerintah juga mengembangkan kawasan food estate seluas 3 juta hektare, yang tersebar di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Merauke.
Program transformasi ini mengubah pola tanam dari sekali menjadi tiga kali setahun, dengan produktivitas melonjak dari 3 ton menjadi 7 ton per hektare. Mekanisasi penuh menggunakan teknologi drone menurunkan biaya produksi hingga 60%.
Kawasan ini dirancang dengan intensitas tanam dua hingga tiga kali setahun, sehingga berpotensi menghasilkan 10–15 juta ton gabah per musim tanam atau 20–45 juta ton per tahun.
"Kalau 3 juta hektare ini jadi dengan produksi 10 ton dan tanam tiga kali, itu 45 juta ton gabah atau 22,5 juta ton beras. Ditambah surplus sekarang 4 juta ton, artinya 20 tahun ke depan kita tidak perlu impor, bahkan bisa ekspor," jelas Amran dengan perhitungan detail.
Ia menyebutkan, program ini menarik lebih dari 30.000 anak muda terjun ke sektor pertanian modern. Testimonial petani muda di Merauke, Kalimantan, dan Aceh menunjukkan penghasilan bersih Rp20-24 juta per bulan.
Angka ini menjadi bukti bahwa modernisasi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadikan pertanian sebagai sektor yang menarik bagi generasi baru. "Bagaimana mengubah mindset bahwa pertanian menjanjikan? Dengan teknologi dan penghasilan nyata," imbuhnya.
Amran menekankan, tahun depan pemerintah menargetkan swasembada komoditas lain seperti telur ayam, bawang merah, dan kedelai. "Kalau ini selesai, pangan kita tangguh. Kalau 3 juta hektare selesai, Indonesia jadi lumbung pangan dunia," pungkas dia.
Dengan kecepatan kerja yang tinggi dan dukungan Presiden Prabowo yang konsisten, target ambisius itu bukan lagi utopia, tapi skenario yang semakin masuk akal. Pemerintah optimistis Indonesia dapat mempertahankan swasembada sekaligus memperkuat ambisi menjadi lumbung pangan dunia.
Untuk memastikan ketersediaan pangan jangka panjang, pemerintah juga mengembangkan kawasan food estate seluas 3 juta hektare, yang tersebar di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Merauke.
Program transformasi ini mengubah pola tanam dari sekali menjadi tiga kali setahun, dengan produktivitas melonjak dari 3 ton menjadi 7 ton per hektare. Mekanisasi penuh menggunakan teknologi drone menurunkan biaya produksi hingga 60%.
Kawasan ini dirancang dengan intensitas tanam dua hingga tiga kali setahun, sehingga berpotensi menghasilkan 10–15 juta ton gabah per musim tanam atau 20–45 juta ton per tahun.
"Kalau 3 juta hektare ini jadi dengan produksi 10 ton dan tanam tiga kali, itu 45 juta ton gabah atau 22,5 juta ton beras. Ditambah surplus sekarang 4 juta ton, artinya 20 tahun ke depan kita tidak perlu impor, bahkan bisa ekspor," jelas Amran dengan perhitungan detail.
Ia menyebutkan, program ini menarik lebih dari 30.000 anak muda terjun ke sektor pertanian modern. Testimonial petani muda di Merauke, Kalimantan, dan Aceh menunjukkan penghasilan bersih Rp20-24 juta per bulan.
Angka ini menjadi bukti bahwa modernisasi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadikan pertanian sebagai sektor yang menarik bagi generasi baru. "Bagaimana mengubah mindset bahwa pertanian menjanjikan? Dengan teknologi dan penghasilan nyata," imbuhnya.
Amran menekankan, tahun depan pemerintah menargetkan swasembada komoditas lain seperti telur ayam, bawang merah, dan kedelai. "Kalau ini selesai, pangan kita tangguh. Kalau 3 juta hektare selesai, Indonesia jadi lumbung pangan dunia," pungkas dia.
Dengan kecepatan kerja yang tinggi dan dukungan Presiden Prabowo yang konsisten, target ambisius itu bukan lagi utopia, tapi skenario yang semakin masuk akal. Pemerintah optimistis Indonesia dapat mempertahankan swasembada sekaligus memperkuat ambisi menjadi lumbung pangan dunia.
(cip)
Lihat Juga :