Milad ke-113 Muhammadiyah, Abdul Mu'ti Dorong Kader Terus Berinovasi
Minggu, 23 November 2025 - 12:28 WIB
loading...
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta menggelar perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kramat, Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta menggelar perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kramat, Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025). Perayaan ini sebagai pengingat kerja nyata persyarikatan.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang hadir sebagai pembicara utama mengajak semua orang yang hadir untuk bersyukur atas pencapaian Muhammadiyah. Namun, Abdul Mu'ti mengingatkan agar tidak merasa cukup apa yang telah dicapai.
"Kita bersyukur karena Muhammadiyah berkembang besar, tapi jangan sampai merasa cukup," kata Abdul Mu'ti yang kini menjabat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) ini.
Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya semangat inovasi dalam menjaga laju perkembangan organisasi. Hal itu ia sampaikan saat menyoroti pesatnya pertumbuhan Muhammadiyah, baik di dalam maupun luar negeri.
Mu’ti mencontohkan perkembangan organisasi pada level internasional, termasuk keberadaan 31 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara. PCIM termuda baru saja berdiri di Timor Leste, sementara di Malaysia tumbuh sejumlah amal usaha, seperti Rumah Hamka dan unit usaha kuliner Wasola (Warung Soto Lamongan) yang dikelola para kader Muhammadiyah di sana.
Di Australia, sekolah Muhammadiyah di Melbourne terus mengalami peningkatan kualitas, dan kini tengah dirintis pendirian Australia College di New South Wales sebagai bentuk perluasan peran pendidikan Muhammadiyah di kawasan tersebut.
Pada tingkat nasional, Abdul Mu'ti menggarisbawahi dampak positif program pemerintah dalam perbaikan sekolah yang turut dirasakan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Tahun ini, sebanyak 16.140 sekolah diperbaiki, termasuk 16 persen di antaranya merupakan sekolah swasta, yang sebagian besar adalah sekolah Muhammadiyah.
Selain itu, ia juga menyinggung pengakuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap Emergency Medical Team Muhammadiyah Disaster Management Center (EMT MDMC) sebagai bagian dari standar internasional layanan kebencanaan. Menurut Mu'ti, pencapaian tersebut menjadi bukti kapasitas Muhammadiyah dalam merespons isu kemanusiaan global. Namun, ia mengingatkan agar Muhammadiyah tidak terlena.
"Muhammadiyah tidak boleh berhenti berinovasi dan tidak boleh terjebak nostalgia," tegasnya.
Menutup tausiyahnya, Mu’ti mengajak warga Muhammadiyah, khususnya di DKI Jakarta, untuk terus memperkuat kontribusi nyata bagi bangsa. "Dengan semangat milad, kita terus berkhidmat bersama pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. *Baldatun ṭayyibatun wa rabbun gafūr," ujarnya.
Mendapat Antusiasme Masyarakat
Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta berlangsung meriah, Minggu (23/11/2025). Kurang lebih 2.000 kursi yang disiapkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kramat, Jakarta Pusat, terisi penuh.
Antusiasme masyarakat menghadiri perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah terlihat sejak pagi. Mereka datang berkelompok dengan sepeda motor, sepeda, hingga angkutan kota sejak pukul 06.00 WIB.
Ketua Panitia Milad PWM DKI Jakarta, Prof. Bunyamin menyebut antusiasme warga melampaui perkiraan panitia. Bunyamin menambahkan, keramaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kegiatan milad di Jakarta membutuhkan ruang yang lebih besar. Panitia dan PWM DKI Jakarta mulai mempertimbangkan Gelora Bung Karno (GBK) untuk penyelenggaraan tahun depan.
"Melihat jumlah yang hadir, GBK bisa menjadi pilihan untuk milad berikutnya," kata Bunyamin.
Antusiasme yang sama juga Keramaian itu juga disoroti Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad Abubakar. Ia mengatakan lokasi perayaan yang semula direncanakan di Kompleks MPR dipindah ke Gedung Dakwah karena pertimbangan teknis, termasuk akses parkir. Namun perubahan lokasi tidak mengurangi minat warga.
"Jumlahnya membludak sampai sulit bergerak di sekitar lokasi,” ujar Akhmad. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga dari berbagai cabang dan ranting yang datang dari berbagai penjuru Jakarta.
Akhmad menegaskan bahwa antusiasme ini menjadi dorongan bagi PWM untuk menyiapkan agenda besar berikutnya. Ia membuka kemungkinan kolaborasi dengan PWM wilayah sekitar agar pelaksanaan di GBK dapat diwujudkan.
Perayaan ditutup dengan pembagian doorprize, termasuk lima paket umrah yang disumbangkan Baznas Bazis DKI dan PAM Jaya, lima sepeda listrik, dua motor listrik, serta berbagai hadiah lain. PWM DKI Jakarta juga menerima satu unit ambulans dari CIMB yang diserahkan melalui Lazismu DKI Jakarta.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang hadir sebagai pembicara utama mengajak semua orang yang hadir untuk bersyukur atas pencapaian Muhammadiyah. Namun, Abdul Mu'ti mengingatkan agar tidak merasa cukup apa yang telah dicapai.
"Kita bersyukur karena Muhammadiyah berkembang besar, tapi jangan sampai merasa cukup," kata Abdul Mu'ti yang kini menjabat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) ini.
Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya semangat inovasi dalam menjaga laju perkembangan organisasi. Hal itu ia sampaikan saat menyoroti pesatnya pertumbuhan Muhammadiyah, baik di dalam maupun luar negeri.
Mu’ti mencontohkan perkembangan organisasi pada level internasional, termasuk keberadaan 31 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara. PCIM termuda baru saja berdiri di Timor Leste, sementara di Malaysia tumbuh sejumlah amal usaha, seperti Rumah Hamka dan unit usaha kuliner Wasola (Warung Soto Lamongan) yang dikelola para kader Muhammadiyah di sana.
Di Australia, sekolah Muhammadiyah di Melbourne terus mengalami peningkatan kualitas, dan kini tengah dirintis pendirian Australia College di New South Wales sebagai bentuk perluasan peran pendidikan Muhammadiyah di kawasan tersebut.
Pada tingkat nasional, Abdul Mu'ti menggarisbawahi dampak positif program pemerintah dalam perbaikan sekolah yang turut dirasakan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Tahun ini, sebanyak 16.140 sekolah diperbaiki, termasuk 16 persen di antaranya merupakan sekolah swasta, yang sebagian besar adalah sekolah Muhammadiyah.
Selain itu, ia juga menyinggung pengakuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap Emergency Medical Team Muhammadiyah Disaster Management Center (EMT MDMC) sebagai bagian dari standar internasional layanan kebencanaan. Menurut Mu'ti, pencapaian tersebut menjadi bukti kapasitas Muhammadiyah dalam merespons isu kemanusiaan global. Namun, ia mengingatkan agar Muhammadiyah tidak terlena.
"Muhammadiyah tidak boleh berhenti berinovasi dan tidak boleh terjebak nostalgia," tegasnya.
Menutup tausiyahnya, Mu’ti mengajak warga Muhammadiyah, khususnya di DKI Jakarta, untuk terus memperkuat kontribusi nyata bagi bangsa. "Dengan semangat milad, kita terus berkhidmat bersama pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. *Baldatun ṭayyibatun wa rabbun gafūr," ujarnya.
Mendapat Antusiasme Masyarakat
Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta berlangsung meriah, Minggu (23/11/2025). Kurang lebih 2.000 kursi yang disiapkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kramat, Jakarta Pusat, terisi penuh.
Antusiasme masyarakat menghadiri perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah terlihat sejak pagi. Mereka datang berkelompok dengan sepeda motor, sepeda, hingga angkutan kota sejak pukul 06.00 WIB.
Ketua Panitia Milad PWM DKI Jakarta, Prof. Bunyamin menyebut antusiasme warga melampaui perkiraan panitia. Bunyamin menambahkan, keramaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kegiatan milad di Jakarta membutuhkan ruang yang lebih besar. Panitia dan PWM DKI Jakarta mulai mempertimbangkan Gelora Bung Karno (GBK) untuk penyelenggaraan tahun depan.
"Melihat jumlah yang hadir, GBK bisa menjadi pilihan untuk milad berikutnya," kata Bunyamin.
Antusiasme yang sama juga Keramaian itu juga disoroti Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad Abubakar. Ia mengatakan lokasi perayaan yang semula direncanakan di Kompleks MPR dipindah ke Gedung Dakwah karena pertimbangan teknis, termasuk akses parkir. Namun perubahan lokasi tidak mengurangi minat warga.
"Jumlahnya membludak sampai sulit bergerak di sekitar lokasi,” ujar Akhmad. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga dari berbagai cabang dan ranting yang datang dari berbagai penjuru Jakarta.
Akhmad menegaskan bahwa antusiasme ini menjadi dorongan bagi PWM untuk menyiapkan agenda besar berikutnya. Ia membuka kemungkinan kolaborasi dengan PWM wilayah sekitar agar pelaksanaan di GBK dapat diwujudkan.
Perayaan ditutup dengan pembagian doorprize, termasuk lima paket umrah yang disumbangkan Baznas Bazis DKI dan PAM Jaya, lima sepeda listrik, dua motor listrik, serta berbagai hadiah lain. PWM DKI Jakarta juga menerima satu unit ambulans dari CIMB yang diserahkan melalui Lazismu DKI Jakarta.
(abd)
Lihat Juga :