Tingkatkan Daya Saing Pariwisata, DPR Minta Pemerintah Terapkan Bebas Visa
Kamis, 20 November 2025 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Evita, kebijakan bebas visa terbukti meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan serta memperkuat industri pariwisata negara-negara tersebut. Sementara Indonesia justu mencabut kebijakan bebas visa kunjungan wisata pada saat negara lain berlomba memberikannya pasca pandemi Covid-19. Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab wisman ke Indonesia tidak banyak perkembangannya dibandingkan negara tetangga pasca pandemi.
Baca juga: 11,4 Juta Wisman Mengunjungi Indonesia, Turis ASEAN Mendominasi
Evita mencatat kunjungan ke Malaysia itu pada 8 bulan pertama 2025 sudah 28 juta dari target 31,4 juta tahun 2025. Thailand 24 juta pada 9 bulan pertama 2025 dan mereka target 33,4 juta tahun ini. Sementara Indonesia dalam 9 bulan 2025 meraih 11,43 juta dari target 15 juta sampai akhir 2025, dan itupun didominasi ke Bali yaitu sekitar 5,3 juta pada Januari-September 2025, sementara destinasi lain harus diakui masih terkesan sepi.
”Bali memang ramai tapi jangan lupa secara nasional kita melihat destinasi wisata kita itu belum mampu menarik lebih banyak wisman untuk berkunjung, seperti Danau Toba, Batam, Jakarta, Likupang-Manado, Lombok, Makassar, Bangka Belitung, dan lainnya. Ke Manado itu stag saja di 47.000 padahal kita pernah 130.000 tahun 2019, begitu juga ke Sumut itu belum banyak bergeser dari angka 240.000,” katanya.
Menurut Evita kebijakan bebas visa akan memberikan dampak ekonomi yang besar, antara lain meningkatkan jumlah kunjungan wisman secara drastis, yang kemudian akan mendorong belanja wisatawan yang berdampak langsung pada UMKM, hotel, restoran, transportasi, dan pelaku ekonomi kreatif; memperluas lapangan kerja, menumbuhkan investasi dan konektivitas udara.
Baca juga: 11,4 Juta Wisman Mengunjungi Indonesia, Turis ASEAN Mendominasi
Evita mencatat kunjungan ke Malaysia itu pada 8 bulan pertama 2025 sudah 28 juta dari target 31,4 juta tahun 2025. Thailand 24 juta pada 9 bulan pertama 2025 dan mereka target 33,4 juta tahun ini. Sementara Indonesia dalam 9 bulan 2025 meraih 11,43 juta dari target 15 juta sampai akhir 2025, dan itupun didominasi ke Bali yaitu sekitar 5,3 juta pada Januari-September 2025, sementara destinasi lain harus diakui masih terkesan sepi.
”Bali memang ramai tapi jangan lupa secara nasional kita melihat destinasi wisata kita itu belum mampu menarik lebih banyak wisman untuk berkunjung, seperti Danau Toba, Batam, Jakarta, Likupang-Manado, Lombok, Makassar, Bangka Belitung, dan lainnya. Ke Manado itu stag saja di 47.000 padahal kita pernah 130.000 tahun 2019, begitu juga ke Sumut itu belum banyak bergeser dari angka 240.000,” katanya.
Menurut Evita kebijakan bebas visa akan memberikan dampak ekonomi yang besar, antara lain meningkatkan jumlah kunjungan wisman secara drastis, yang kemudian akan mendorong belanja wisatawan yang berdampak langsung pada UMKM, hotel, restoran, transportasi, dan pelaku ekonomi kreatif; memperluas lapangan kerja, menumbuhkan investasi dan konektivitas udara.
Lihat Juga :