Di COP30 Brasil, Menteri Hanif: ITPC Jadi Pusat Komando Cegah Kebakaran Gambut
Senin, 17 November 2025 - 15:22 WIB
loading...
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq mengumumkan Indonesia akan memimpin pengoperasian. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq mengumumkan Indonesia akan memimpin pengoperasian International Tropical Peatland Center (ITPC). Pernyataan itu disampaikan Hanif saat menghadiri COP30 Brasil.
“Bayangkan gambut sebagai gudang karbon raksasa di bawah tanah. Gambut tropis di Indonesia menyimpan miliaran ton karbon. Jika gambut ini kering dan terbakar, karbon itu akan lepas ke udara dan mempercepat pemanasan global,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Hanif menjelaskan, ITPC yang didirikan Indonesia bersama sejumlah negara ini akan menjadi pusat komando untuk menjaga gudang karbon ini.
Baca juga: COP30, RI Ambil Peran Strategis dalam Peluncuran TFFF Country Access Platform
"ITPC bukan sekadar pusat penelitian, ini adalah jembatan nyata antara ilmu, pendanaan, dan komunitas untuk melindungi miliaran ton karbon yang tersimpan dalam gambut tropis," ucapnya.
Hingga akhir 2024, kata Hanif, Indonesia sudah memulihkan lebih dari 4,15 juta hektare lahan gambut. Area tersebut setara dengan lebih dari 5 kali luas Jakarta. “Kita sudah memasang ribuan alat pengukur air dan sekat kanal untuk menjaga gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar,” katanya.
Program pemberdayaan masyarakat seperti Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) terus digencarkan. Tujuannya melatih dan memberdayakan masyarakat lokal agar bisa menjaga gambut dengan terus meningkatkan penghasilan mereka.
Baca juga: PBB Puji Upaya Indonesia Hadapi Perubahan Iklim di COP30 Brasil
“Untuk mempercepat kerja ITPC, Indonesia mengusulkan langkah-langkah konkret, termasuk mengajak negara-negara pendiri lain untuk mengirimkan staf ahli dan meluncurkan program pilot restorasi bersama,” katanya.
Hanif menegaskan ITPC adalah contoh nyata kerja sama antarnegara berkembang (South-South cooperation). Tujuannya jelas mencegah kebakaran, menjaga fungsi air di gambut, dan memastikan gambut tropis tetap menjadi benteng pertahanan utama dunia melawan emisi.
“Intinya, Indonesia memimpin dunia untuk mengubah gambut yang rentan menjadi aset yang melindungi bumi dan menyejahterakan masyarakat lokal,” katanya.
“Bayangkan gambut sebagai gudang karbon raksasa di bawah tanah. Gambut tropis di Indonesia menyimpan miliaran ton karbon. Jika gambut ini kering dan terbakar, karbon itu akan lepas ke udara dan mempercepat pemanasan global,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Hanif menjelaskan, ITPC yang didirikan Indonesia bersama sejumlah negara ini akan menjadi pusat komando untuk menjaga gudang karbon ini.
Baca juga: COP30, RI Ambil Peran Strategis dalam Peluncuran TFFF Country Access Platform
"ITPC bukan sekadar pusat penelitian, ini adalah jembatan nyata antara ilmu, pendanaan, dan komunitas untuk melindungi miliaran ton karbon yang tersimpan dalam gambut tropis," ucapnya.
Hingga akhir 2024, kata Hanif, Indonesia sudah memulihkan lebih dari 4,15 juta hektare lahan gambut. Area tersebut setara dengan lebih dari 5 kali luas Jakarta. “Kita sudah memasang ribuan alat pengukur air dan sekat kanal untuk menjaga gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar,” katanya.
Program pemberdayaan masyarakat seperti Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) terus digencarkan. Tujuannya melatih dan memberdayakan masyarakat lokal agar bisa menjaga gambut dengan terus meningkatkan penghasilan mereka.
Baca juga: PBB Puji Upaya Indonesia Hadapi Perubahan Iklim di COP30 Brasil
“Untuk mempercepat kerja ITPC, Indonesia mengusulkan langkah-langkah konkret, termasuk mengajak negara-negara pendiri lain untuk mengirimkan staf ahli dan meluncurkan program pilot restorasi bersama,” katanya.
Hanif menegaskan ITPC adalah contoh nyata kerja sama antarnegara berkembang (South-South cooperation). Tujuannya jelas mencegah kebakaran, menjaga fungsi air di gambut, dan memastikan gambut tropis tetap menjadi benteng pertahanan utama dunia melawan emisi.
“Intinya, Indonesia memimpin dunia untuk mengubah gambut yang rentan menjadi aset yang melindungi bumi dan menyejahterakan masyarakat lokal,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :