PBB Puji Upaya Indonesia Hadapi Perubahan Iklim di COP30 Brasil
Minggu, 16 November 2025 - 16:55 WIB
loading...
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq, menyerahkan dua dokumen penting kepada PBB terkait upaya menghadapi perubahan iklim. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Indonesia baru saja membuat langkah penting di Konferensi Iklim Dunia (COP30) di Brasil. Menteri Lingkungan Hidup /Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq, menyerahkan dua dokumen penting kepada PBB yakni dokumen NAP dan SNDC.
”Kedua nama ini mungkin terdengar asing, tapi isinya adalah kabar baik untuk kita semua. Dokumen ini adalah rencana besar Indonesia untuk melawan perubahan iklim dan melindungi rakyat dari dampaknya,” katanya, Minggu (16/11/2025).
Faisol menjelaskan, NAP adalah singkatan dari National Adaptation Plan atau Rencana Adaptasi Nasional. NAP merupakan buku panduan siaga bencana iklim Indonesia. Isinya adalah strategi jangka panjang untuk membuat semua lebih tahan banting terhadap cuaca ekstrem.
Baca juga: Pemerintah dan Dunia Usaha Dorong Pembiayaan Hutan Berkelanjutan di Forum COP30
NAP memastikan pemerintah fokus pada hal-hal penting yang terancam oleh perubahan iklim seperti air bersih. Bagaimana Indonesia tidak kekurangan air saat musim kemarau panjang. Kemudian, pangan agar sawah dan kebun tetap panen meskipun cuaca tidak menentu.
”Kedua nama ini mungkin terdengar asing, tapi isinya adalah kabar baik untuk kita semua. Dokumen ini adalah rencana besar Indonesia untuk melawan perubahan iklim dan melindungi rakyat dari dampaknya,” katanya, Minggu (16/11/2025).
Faisol menjelaskan, NAP adalah singkatan dari National Adaptation Plan atau Rencana Adaptasi Nasional. NAP merupakan buku panduan siaga bencana iklim Indonesia. Isinya adalah strategi jangka panjang untuk membuat semua lebih tahan banting terhadap cuaca ekstrem.
Baca juga: Pemerintah dan Dunia Usaha Dorong Pembiayaan Hutan Berkelanjutan di Forum COP30
NAP memastikan pemerintah fokus pada hal-hal penting yang terancam oleh perubahan iklim seperti air bersih. Bagaimana Indonesia tidak kekurangan air saat musim kemarau panjang. Kemudian, pangan agar sawah dan kebun tetap panen meskipun cuaca tidak menentu.
Lihat Juga :