Ibas: Satukan Semangat Kebangsaan lewat Lomba Cerdas Cermat MPR
Senin, 17 November 2025 - 14:18 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan generasi muda hari ini menghadapi era serba cepat, serba digital, dan penuh tantangan baru saat Grand Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menghadiri Grand Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, belum lama ini. Ketua Fraksi Partai Demokrat itu menegaskan generasi muda hari ini menghadapi era serba cepat, serba digital, dan penuh tantangan baru.
Dia menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran berkonstitusi, menjaga keadaban, serta menjunjung tinggi keberagaman sebagai fondasi yang memperkuat persatuan bangsa. Kompetisi ini bukan semata ajang adu pengetahuan, tetapi ruang pembentukan watak dan kepemimpinan generasi penerus Indonesia.
Baca juga: Ibas: Museum Jembatan Peradaban dan Masa Depan Bangsa
Anggota Dewan Penasihat Kadin tersebut menyampaikan pesan kuat dan inspiratif kepada para peserta. “Mereka adalah generasi yang lahir di era serba cepat, serba digital, dan penuh tantangan baru. Namun, satu hal yang tidak berubah yakni cinta Tanah Air dan kesadaran berkonstitusi harus tetap menjadi pijakan,” ujar Ibas.
“Melalui lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa memahami konstitusi bukan hanya soal hafalan, tapi soal karakter bagaimana kita menjaga keadaban, menghormati keberagaman, dan melanjutkan estafet persatuan bangsa,” tambahnya.
Dia menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran berkonstitusi, menjaga keadaban, serta menjunjung tinggi keberagaman sebagai fondasi yang memperkuat persatuan bangsa. Kompetisi ini bukan semata ajang adu pengetahuan, tetapi ruang pembentukan watak dan kepemimpinan generasi penerus Indonesia.
Baca juga: Ibas: Museum Jembatan Peradaban dan Masa Depan Bangsa
Anggota Dewan Penasihat Kadin tersebut menyampaikan pesan kuat dan inspiratif kepada para peserta. “Mereka adalah generasi yang lahir di era serba cepat, serba digital, dan penuh tantangan baru. Namun, satu hal yang tidak berubah yakni cinta Tanah Air dan kesadaran berkonstitusi harus tetap menjadi pijakan,” ujar Ibas.
“Melalui lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa memahami konstitusi bukan hanya soal hafalan, tapi soal karakter bagaimana kita menjaga keadaban, menghormati keberagaman, dan melanjutkan estafet persatuan bangsa,” tambahnya.
Lihat Juga :