Presiden Bakal Kirim 20 Ribu Pasukan ke Gaza, DPR Usulkan Satuan Siber Ikut Diterjunkan
Senin, 17 November 2025 - 06:51 WIB
loading...
DPR mendukung rencana pengiriman 20 ribu pasukan TNI ke Gaza, Palestina. Legislatif mengusulkan satuan siber ikut diterjunkan ke Gaza guna mengawasi serangan siber. Foto/X
A
A
A
JAKARTA - DPR mendukung rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengirim 20 ribu pasukan TNI ke Gaza, Palestina. Wakil rakyat mengusulkan satuan siber bisa dipertimbangkan untuk ikut diterjunkan ke Gaza guna mengawasi serangan siber.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, pengerahan pasukan TNI ke Gaza harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan kesiapan. Menurutnya, ketiga matra TNI perlu diterjunkan untuk antisipasi serangan.
Baca juga: Indonesia dan 6 Negara Islam Sudah Sepakat, Akankah Gaza Memiliki Pasukan Perdamaian?
“Jika melihat kebutuhan, maka tentu matra AD, AL, dan AU diperlukan. AD karena konflik banyak terjadi melalui serangan darat. AL dan AU diperlukan untuk mengawal bantuan kemanusiaan yang masuk lewat jalur laut dan udara," kata Sukamta, dikutip Senin (17/11/2025).
Selain itu, Sukamta menilai, satuan siber juga bisa untuk dikerahkan ke Gaza. "Jika dimungkinkan, satuan siber juga bisa dipertimbangkan untuk mengawasi serangan siber antara pihak-pihak yang bertikai,” jelasnya.
"Selain itu diperlukan pula pengiriman pasukan kesehatan, termasuk Korps Kesehatan Militer, untuk memperkuat dukungan kemanusiaan," sebutnya.
Baca juga: Siapa Al-Majd Europe? Kelompok Bayangan yang Kirim Warga Palestina ke Afrika Selatan dan Indonesia
Sukamta menegaskan, rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza harus ditempatkan dalam kerangka misi perdamaian. Hal itu sesuai dengan amanat Pembukaan UUD NRI 1945, yang menyebutkan bahwa salah satu tujuan dibentuknya Negara Indonesia adalah menjaga ketertiban dunia.
"Pengiriman pasukan perlu memiliki mandat payung besar lembaga internasional, seperti PBB atau OKI Plus, sehingga operasi berlangsung aman dan legitimate," tegasnya.
Oleh karena itu, dia pun mewanti-wanti agar pengiriman pasukan itu bertujuan untuk menjaga perdamaian, bukan untuk dimanfaatkan oleh Israel.
"Pengiriman pasukan harus berada dalam kerangka penjaga perdamaian, agar tidak dimanfaatkan oleh Israel untuk mencapai tujuan-tujuannya yang tidak berhasil dicapai melalui tindakan genosida selama dua tahun terakhir," tandasnya.
“Saya percaya kemampuan Pemerintah dan TNI yang sudah teruji sebagai penjaga perdamaian di berbagai kawasan dalam waktu yang panjang. Saya yakin tidak akan mudah dikecoh oleh kelicikan dan kelicinan Israel,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, pengerahan pasukan TNI ke Gaza harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan kesiapan. Menurutnya, ketiga matra TNI perlu diterjunkan untuk antisipasi serangan.
Baca juga: Indonesia dan 6 Negara Islam Sudah Sepakat, Akankah Gaza Memiliki Pasukan Perdamaian?
“Jika melihat kebutuhan, maka tentu matra AD, AL, dan AU diperlukan. AD karena konflik banyak terjadi melalui serangan darat. AL dan AU diperlukan untuk mengawal bantuan kemanusiaan yang masuk lewat jalur laut dan udara," kata Sukamta, dikutip Senin (17/11/2025).
Selain itu, Sukamta menilai, satuan siber juga bisa untuk dikerahkan ke Gaza. "Jika dimungkinkan, satuan siber juga bisa dipertimbangkan untuk mengawasi serangan siber antara pihak-pihak yang bertikai,” jelasnya.
"Selain itu diperlukan pula pengiriman pasukan kesehatan, termasuk Korps Kesehatan Militer, untuk memperkuat dukungan kemanusiaan," sebutnya.
Baca juga: Siapa Al-Majd Europe? Kelompok Bayangan yang Kirim Warga Palestina ke Afrika Selatan dan Indonesia
Sukamta menegaskan, rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza harus ditempatkan dalam kerangka misi perdamaian. Hal itu sesuai dengan amanat Pembukaan UUD NRI 1945, yang menyebutkan bahwa salah satu tujuan dibentuknya Negara Indonesia adalah menjaga ketertiban dunia.
"Pengiriman pasukan perlu memiliki mandat payung besar lembaga internasional, seperti PBB atau OKI Plus, sehingga operasi berlangsung aman dan legitimate," tegasnya.
Oleh karena itu, dia pun mewanti-wanti agar pengiriman pasukan itu bertujuan untuk menjaga perdamaian, bukan untuk dimanfaatkan oleh Israel.
"Pengiriman pasukan harus berada dalam kerangka penjaga perdamaian, agar tidak dimanfaatkan oleh Israel untuk mencapai tujuan-tujuannya yang tidak berhasil dicapai melalui tindakan genosida selama dua tahun terakhir," tandasnya.
“Saya percaya kemampuan Pemerintah dan TNI yang sudah teruji sebagai penjaga perdamaian di berbagai kawasan dalam waktu yang panjang. Saya yakin tidak akan mudah dikecoh oleh kelicikan dan kelicinan Israel,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :