Mendagri Tito Dorong Pendekatan Budaya dan Adat untuk Majukan Daerah

Jum'at, 14 November 2025 - 20:11 WIB
loading...
Mendagri Tito Dorong...
Mendagri Tito Karnavian menerima gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe dari lembaga Wali Nanggroe di Gedung Putih Wali Nanggroe, Aceh, Rabu 12 November 2025. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong pendekatan budaya atau adat dalam merealisasikan program dan memajukan daerah. Dia mencontohkan adat Aceh yang mampu bertahan selama ratusan tahun.

Tito mengatakan, keberadaan adat Aceh menjadi tanda bahwa budaya terus hidup di tengah masyarakat dan mampu beradptasi dengan perubahan zaman, tanpa harus terbawa arus budaya atau nilai modernisasi yang masuk ke Aceh.

Tito menyampaikan kekagumannya tersebut usai menerima gelar 'Petua Panglima Hukom Nanggroe' dari lembaga Wali Nanggroe di Gedung Putih Wali Nanggroe, Aceh, Rabu 12 November 2025.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Aceh harus terus mempertahankan adat serta budayanya agar tak tergerus pengaruh eksternal. Karena itu, dalam upaya mempertahankannya, diperlukan dukungan dari semua masyarakat dan ada instrumen yang menjadi pemimpin, yakni lembaga Wali Nanggroe Aceh, guna menginisiasi dan memberikan pemahaman menjaga adat agar tidak tergerus dan hilang.

Baca Juga: Tito Karnavian Merasa Diberi Tugas Ikut Merawat Sejarah dan Peradaban Aceh

Lembaga Wali Nanggroe Aceh sebagai instrumen budaya, menurut Tito, mesti diperkuat dari segi eksistensi dan anggaran, agar mampu menjadi jembatan berbagai program kerakyatan bagi masyarakat Aceh, dengan pendekatan budaya. Pendekatan budaya sangat efektif untuk katalis pembangunan, karena secara historis, Aceh pernah berusaha ditaklukkan dengan "operasi budaya" oleh pemerintah kolonial Belanda dengan mengirim seorang orientalis Belanda Christiaan Snouck Hurgronje.

"Guna membuat lembaga Wali Nanggroe Aceh kuat, maka pemerintah atau masyarakat harus memanfaatkannya untuk menggunakan atau menjembatani program-program yang ada, karena pendekatan budaya atau adat itu pendekatan efektif," kata Tito, dikutip Jumat (14/11/2025).

Baca Juga: COP 30 di Brasil, Delegasi Kemenhut Bertemu Perwakilan Systemic

Menurut Tito, saat ini budaya Aceh tidak harus dimanfaatkan untuk kepentingan yang bersifat memecah konflik, namun diarahkan untuk hal yang sifatnya menyejahterakan masyarakat Aceh. Oleh karena itu, dia berharap lembaga Wali Nanggroe Aceh mampu menjadi motor percepatan pembangunan.

"Sekarang kita manfaatkan adat dan budaya Aceh melalui lembaga Wali Nanggroe yang memang sudah ada eksis diakui dan bisa bergerak. Tinggal diperkuat untuk kepentingan percepatan pembangunan program-program pemerintah yang ada," katanya.

Sebelumnya, Tito Karnavian dianugerahi gelar kehormatan adat Aceh "Petua Panglima Hukom Nanggroe" dari lembaga adat Wali Nanggroe Aceh, Rabu (12/11/2025). Penganugerahan diberikan atas dedikasi dan komitmen tinggi pengabdian Tito selama menjabat Kapolri dan Mendagri dalam menjaga stabilitas dan muruah Aceh sebagai daerah berkeistimewaan bersyariat Islam.

Tito menyampaikan terima kasihnya atas anugerah gelar yang diberikan lembaga sekaliber Wali Nanggroe. Dia merasa bangga, karena Wali Nanggroe merupakan lembaga kebudayaan yang kredibel dan simpul pemersatu Aceh.

"Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih atas nama pribadi, keluarga, kemudian Kemendagri atas penghargaan ini. Bagi kami, ini bentuk pengakuan atas yang sudah kami kerjakan dan kami juga sebaliknya, memiliki komitmen dan tekad untuk mendukung lembaga Wali Nanggroe makin kuat," kata Tito.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Ambon, Poso, dan Aceh...
Ambon, Poso, dan Aceh Tenang, Anies: Di Situ Ada Sidik Jarinya Pak JK
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Rekomendasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Berita Terkini
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi Empat Orang
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved