Kisah Benny Moerdani Jalin Hubungan Terlarang dengan Israel demi Lindungi Nyawa Soeharto
Jum'at, 14 November 2025 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional, Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah
Hingga akhir kunjungannya, kekhawatiran Benny soal serangan yang mengancam nyawa Soeharto mertua dari Presiden Prabowo Subianto ini tidak terbukti. Meski begitu, langkah yang diambil Benny merupakan upaya preventif dalam memastikan keamanan dan keselamatan seorang kepala negara.
Operasi Alpha Pengadaan Pesawat Tempur Skyhawk
Selain meminjam roket, operasi clandestine terbesar Benny Moerdani dengan Israel adalah saat pengadaan pesawat tempur untuk TNI AU. Operasi ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pesawat tempur yang dimiliki TNI AU.
Ketika itu, pesawat F-86 dan T-33 yang dimiliki TNI AU sudah tua dan diprediksi tidak bisa beroperasi secara maksimal dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia. Jika tidak segera diatasi maka kekuatan pertahanan udara Indonesia lemah sehingga rawan infiltrasi pesawat-pesawat asing.
“Amerika Serikat sebagai mitra hanya mampu memberikan 16 pesawat tempur F-5E/F Tiger II. Namun jumlah itu masih belum cukup untuk memenuhi kekosongan skadron-skadron tempur TNI AU,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Ashadi Tjahjadi.
Benny yang saat itu menjabat sebagai Kepala BAIS kemudian melakukan pembelian 32 pesawat tempur bekas A-4E Skyhawk milik Israel pada 1979. Karena Indonesia tidak punya hubungan diplomatik maka pembelian dilakukan sangat rahasia dengan nama Operasi Alpha, yang diambil dari nama depan pesawat tersebut.
Hingga akhir kunjungannya, kekhawatiran Benny soal serangan yang mengancam nyawa Soeharto mertua dari Presiden Prabowo Subianto ini tidak terbukti. Meski begitu, langkah yang diambil Benny merupakan upaya preventif dalam memastikan keamanan dan keselamatan seorang kepala negara.
Operasi Alpha Pengadaan Pesawat Tempur Skyhawk
Selain meminjam roket, operasi clandestine terbesar Benny Moerdani dengan Israel adalah saat pengadaan pesawat tempur untuk TNI AU. Operasi ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pesawat tempur yang dimiliki TNI AU.
Ketika itu, pesawat F-86 dan T-33 yang dimiliki TNI AU sudah tua dan diprediksi tidak bisa beroperasi secara maksimal dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia. Jika tidak segera diatasi maka kekuatan pertahanan udara Indonesia lemah sehingga rawan infiltrasi pesawat-pesawat asing.
“Amerika Serikat sebagai mitra hanya mampu memberikan 16 pesawat tempur F-5E/F Tiger II. Namun jumlah itu masih belum cukup untuk memenuhi kekosongan skadron-skadron tempur TNI AU,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Ashadi Tjahjadi.
Benny yang saat itu menjabat sebagai Kepala BAIS kemudian melakukan pembelian 32 pesawat tempur bekas A-4E Skyhawk milik Israel pada 1979. Karena Indonesia tidak punya hubungan diplomatik maka pembelian dilakukan sangat rahasia dengan nama Operasi Alpha, yang diambil dari nama depan pesawat tersebut.
Lihat Juga :