Komdigi Minta Humas Pemerintah Siaga Krisis di Dunia Digital
Kamis, 13 November 2025 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
Tenaga Ahli Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Latief Siregar menilai isu-isu pemerintah cenderung cepat membesar di media sosial karena ekspektasi masyarakat tinggi terhadap otoritas negara. Kekecewaan publik mudah terakumulasi, sehingga isu kecil bisa berubah menjadi krisis.
Untuk menghadapi situasi itu, Latief memperkenalkan pendekatan PRIME yakni Prepare, Response, Intercept, Message, dan Engage. Reputasi pemerintah tidak hanya dibentuk oleh fakta, tetapi juga oleh persepsi publik dan kemampuan merespons dengan cepat. “Krisis komunikasi perlu dikelola sebelum meluas menjadi krisis kepercayaan,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Enda Nasution, pegiat media sosial. Tim komunikasi krisis idealnya bekerja seperti asuransi yaitu berfungsi optimal sebelum krisis benar-benar terjadi. “Waktu terbaik mengatasi krisis adalah ketika krisis belum terjadi. Mitigasi seperti mendeteksi hotspot sebelum kebakaran. Semakin cepat ditemukan, semakin kecil biayanya,” ujarnya.
Praktisi komunikasi Jojo S Nugroho menekankan pentingnya membaca sinyal krisis sejak dini. Isu yang diabaikan dapat berkembang menjadi krisis besar, terutama di media sosial.
Dia menyebut tiga kunci dalam penanganan krisis yakni cepat dan faktual, mengedepankan empati, serta mengamankan narasi. “Empati menjadi pembeda antara komunikasi kaku dan komunikasi yang menenangkan,” katanya.
Untuk menghadapi situasi itu, Latief memperkenalkan pendekatan PRIME yakni Prepare, Response, Intercept, Message, dan Engage. Reputasi pemerintah tidak hanya dibentuk oleh fakta, tetapi juga oleh persepsi publik dan kemampuan merespons dengan cepat. “Krisis komunikasi perlu dikelola sebelum meluas menjadi krisis kepercayaan,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Enda Nasution, pegiat media sosial. Tim komunikasi krisis idealnya bekerja seperti asuransi yaitu berfungsi optimal sebelum krisis benar-benar terjadi. “Waktu terbaik mengatasi krisis adalah ketika krisis belum terjadi. Mitigasi seperti mendeteksi hotspot sebelum kebakaran. Semakin cepat ditemukan, semakin kecil biayanya,” ujarnya.
Praktisi komunikasi Jojo S Nugroho menekankan pentingnya membaca sinyal krisis sejak dini. Isu yang diabaikan dapat berkembang menjadi krisis besar, terutama di media sosial.
Dia menyebut tiga kunci dalam penanganan krisis yakni cepat dan faktual, mengedepankan empati, serta mengamankan narasi. “Empati menjadi pembeda antara komunikasi kaku dan komunikasi yang menenangkan,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :