Komisi VIII DPR Desak Menag Bersikap soal Penusukan Syekh Ali Jaber
Senin, 14 September 2020 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
"Saya usul Pak Menteri udah beri isyarat, kemudian ini juga relevan dengan UU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama yang jadi prolegnas di DPR, jadi bahasnya sama Kementerian Agama, ini jadi prioritas," kata Nurhasan.
Anggota Komisi VIII DPR Hidayat Nur Wahid juga menyindir Menag mengenai penyebar radikalisme orang yang good looking, hafal Al-Quran dan pandai berbahasa Arab. Tapi justru Syekh Ali Jaber yang memiliki penampilan good looking, hafal Al-Quran dan pandai berbahasa Arab justru menjadi korban aksi radikalisme.
Hidayat pun yakin bahwa pelaku penyerang Syekh Ali Jaber itu bukan orang yang memiliki gangguan jiwa. "Kawan-kawan sudah menyampaikan tentang kasus radikalisme dan teror terhadap ustaz, penceramah dan dai, beliau yang sangat pandai berbahasa Arab, hafal Al-Quran, good looking dan aktif di masjid tapi justru beliau yang menjadi korban radikalisme dari orang yang saya yakin tidak gila," katanya secara virtual dalam Raker. (Baca juga: Syekh Ali Jaber: Alhamdulillah Saya Selamat dari Pembunuhan )
Wakil Ketua MPR ini menyayangkan karena publik sesungguhnya menunggu pernyataan Menag, bahkan Menko Polhukam menyampaikan pernyataan yang menyejukkan dan sangat empatik. Memang, Menag sudah menyampaikan lewat Direktur Penerangan Islam Juraidi Malkan tetapi seharusnya ini momentum Menag Fachrul untuk menunjukkan komitmennya untuk melindungi umat, mengayomi umat dan para ustaz yang moderat dan mendukung pemerintah.
"Tapi kita belum mendengar pernyataan dari Pak Menteri tapi justru keduluan Pak Menko Polhukam. Pak menteri saya berharap ini bisa dihadirkan menjadi suatu hal umat ada yang melindungi, umat ada yang mengayomi para ulama dan dai kita yang moderat terlindungi dari segala bentuk radikalisme dan teror," kata HNW.
Anggota Komisi VIII DPR Hidayat Nur Wahid juga menyindir Menag mengenai penyebar radikalisme orang yang good looking, hafal Al-Quran dan pandai berbahasa Arab. Tapi justru Syekh Ali Jaber yang memiliki penampilan good looking, hafal Al-Quran dan pandai berbahasa Arab justru menjadi korban aksi radikalisme.
Hidayat pun yakin bahwa pelaku penyerang Syekh Ali Jaber itu bukan orang yang memiliki gangguan jiwa. "Kawan-kawan sudah menyampaikan tentang kasus radikalisme dan teror terhadap ustaz, penceramah dan dai, beliau yang sangat pandai berbahasa Arab, hafal Al-Quran, good looking dan aktif di masjid tapi justru beliau yang menjadi korban radikalisme dari orang yang saya yakin tidak gila," katanya secara virtual dalam Raker. (Baca juga: Syekh Ali Jaber: Alhamdulillah Saya Selamat dari Pembunuhan )
Wakil Ketua MPR ini menyayangkan karena publik sesungguhnya menunggu pernyataan Menag, bahkan Menko Polhukam menyampaikan pernyataan yang menyejukkan dan sangat empatik. Memang, Menag sudah menyampaikan lewat Direktur Penerangan Islam Juraidi Malkan tetapi seharusnya ini momentum Menag Fachrul untuk menunjukkan komitmennya untuk melindungi umat, mengayomi umat dan para ustaz yang moderat dan mendukung pemerintah.
"Tapi kita belum mendengar pernyataan dari Pak Menteri tapi justru keduluan Pak Menko Polhukam. Pak menteri saya berharap ini bisa dihadirkan menjadi suatu hal umat ada yang melindungi, umat ada yang mengayomi para ulama dan dai kita yang moderat terlindungi dari segala bentuk radikalisme dan teror," kata HNW.
(abd)
Lihat Juga :