Soeharto Pahlawan Nasional, Politisi Golkar: Masak Setiap Ada Kontra Harus Dibatalkan?
Selasa, 11 November 2025 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
“Sebelum keputusan sampai ke presiden, ada tim peneliti, akademisi, dan tokoh masyarakat yang mengkaji secara mendalam. Jadi tidak mungkin seseorang langsung ditetapkan tanpa prosedur,” jelasnya.
Ia menilai, jika semua prosedur telah dijalankan dan rekomendasi diberikan secara resmi, maka keputusan tersebut harus dihormati. Menurutnya, tidak sepatutnya setiap ada perbedaan pandangan justru dijadikan alasan untuk membatalkan hasil kajian yang sudah sah. Baca juga: Tragedi Kelam G30S/PKI dan Jenderal Soeharto Simbol Sejarah Hari Kesaktian Pancasila
“Kalau sudah melalui mekanisme formal dan riset yang melibatkan banyak pihak, keputusan itu seharusnya dihormati. Masak setiap ada kontra harus dibatalkan? Itu artinya kita menolak proses demokratis yang sudah dijalankan,” tegasnya.
Fauzan mengajak masyarakat untuk lebih objektif dalam menilai jasa para tokoh bangsa. Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai gelar Pahlawan Nasional tidak semestinya dijadikan alat politik atau sentimen masa lalu.
“Kita tidak sedang membicarakan dosa pribadi, tapi kontribusi terhadap negara. Soeharto adalah bagian dari sejarah panjang bangsa ini. Ia punya andil besar dalam menjaga keutuhan Indonesia,” terangnya.
Ia menilai, jika semua prosedur telah dijalankan dan rekomendasi diberikan secara resmi, maka keputusan tersebut harus dihormati. Menurutnya, tidak sepatutnya setiap ada perbedaan pandangan justru dijadikan alasan untuk membatalkan hasil kajian yang sudah sah. Baca juga: Tragedi Kelam G30S/PKI dan Jenderal Soeharto Simbol Sejarah Hari Kesaktian Pancasila
“Kalau sudah melalui mekanisme formal dan riset yang melibatkan banyak pihak, keputusan itu seharusnya dihormati. Masak setiap ada kontra harus dibatalkan? Itu artinya kita menolak proses demokratis yang sudah dijalankan,” tegasnya.
Fauzan mengajak masyarakat untuk lebih objektif dalam menilai jasa para tokoh bangsa. Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai gelar Pahlawan Nasional tidak semestinya dijadikan alat politik atau sentimen masa lalu.
“Kita tidak sedang membicarakan dosa pribadi, tapi kontribusi terhadap negara. Soeharto adalah bagian dari sejarah panjang bangsa ini. Ia punya andil besar dalam menjaga keutuhan Indonesia,” terangnya.
(poe)
Lihat Juga :