Peringati Hari Wayang Nasional, Senawangi Dorong Pekerja Seni Bangun Ketahanan Budaya

Senin, 10 November 2025 - 07:26 WIB
loading...
Peringati Hari Wayang...
Peringati Hari Wayang Nasional, Senawangi menggelar Program Living Intangible Cultural Heritage Forum (ICH) untuk mendorong kreativitas dan inovasi pelaku seni. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Peringati Hari Wayang Nasional, Senawangi menggelar Program Living Intangible Cultural Heritage Forum (ICH). Kegiatan tersebut untuk mendorong kreativitas dan inovasi pelaku seni, pemangku kepentingan budaya dalam membangun ketahanan budaya.

Ketua Umum Senawangi Marsekal Madya TNI (Purn) Bambang Soelistyo mengatakan, acara ini dalam rangka mengeksplorasi makna penghargaan Proklamasi UNESCO pada 7 November 2003 bahwa Wayang Indonesia adalah A Masterpiece of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Baca juga: Hari Wayang Nasional 2025, Fadli Zon Dorong Penguatan Ekosistem Kebudayaan

"Kata a masterpiece dan heritage of humanity adalah dua kata yang sarat makna sebagai esensi penghargaan UNESCO pada wayang Indonesia," katanya, Senin (10/11/2025).



Proklamasi UNESCO tersebut, kata dia, merupakan bukti pengakuan dunia internasional, bahwa Indonesia ikut berkontribusi konstruktif membangun peradaban dunia.

"Kegiatan Living ICH Forum yang ke-5 ini bertujuan mendorong kreativitas dan inovasi pelaku seni, pemangku kepentingan budaya wayang Indonesia, dan masyarakat pewayangan khususnya Generasi-Z pewayangan Indonesia untuk turut membangun ketahanan budaya yang tangguh dan inklusif," katanya.

Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan bagi pemerintah untuk memberikan ruang berkesenian dan berbudaya serta mendorong tumbuhkembangnya kreativitas, menjaga kebinekaan dan mempertahankan inklusivitas.

Baca juga: Intip Keseruan Wayang Jogja Night Carnival 2024, Hidupkan Kisah Gatotkaca Wirapraja

"Budaya pewayangan yang inklusif adalah lingkungan budaya yang secara aktif menerima, menghargai, dan melibatkan semua individu, memastikan bahwa setiap warga bangsa merasa diterima, dihormati, dan diberdayakan untuk berkontribusi sepenuhnya tanpa melihat latar belakang atau perbedaan apa pun," ujarnya.

Dia menyebut, lingkungan memastikan keberagaman diterima secara aktif, bukan sekadar ada sehingga semua warga bangsa dapat berkontribusi tanpa takut bias atau diskriminasi.

"Dengan memperkuat ketahanan kebudayaan nasional yang inklusif, Indonesia dapat meningkatkan diplomasi budayanya dan menempatkan kebudayaan sebagai salah satu modal untuk membangun peradaban bangsa dan dunia," ucapnya.

Di sisi lain, dalam diskusi yang mengangkat isu "Strategi dan Pemikiran Pemajuan Kebudayaan Daerah untuk Mewujudkan Budaya Tradisi yang Inklusif" dibahas peran Pemerintah Daerah (Pemda).

Di mana pemda mempunyai kewajiban untuk berpartisipasi dalam setiap usaha pemajuan kebudayaan, sesuai dengan wilayah administratifnya. Pemda berwenang merumuskan strategi pemajuan kebudayaan yang dituangkan di dalam Pokok Pemikiran Kebudayaan Daerah.

"Usaha yang telah dilakukan pemda dalam hal penyelamatan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kesenian tradisi, khususnya wayang di wilayah administratif masing-masing; melalui regulasi-fasilitasi serta gerakan moral/budaya dengan pelibatan pemuda, wanita dan semua unsur potensi bangsa sejak usia dini," paparnya.

Diskusi ICH Forum ke -5 ini adalah kesempatan Senawangi untuk konsilidasi dalam mengupayakan visi dan misinya, tidak saja secara domestik tapi juga Internasional. Senawangi berkesempatan menawarkan konsepsi agar Budaya Wayang menjadi paradigma global dalam konteks hubungan internasional dan perdamaian dunia.

Termasuk mempromosikan pentingnya menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dalam hubungan antar bangsa untuk menjembatani perbedan keberagaman budaya masing-masing.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Budaya Tempe Ditargetkan...
Budaya Tempe Ditargetkan Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2026
Kementerian Kebudayaan...
Kementerian Kebudayaan Tetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Kebaya Resmi Dapat Sertifikat...
Kebaya Resmi Dapat Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Dunia UNESCO
Wamen Fajar Dorong Diplomasi...
Wamen Fajar Dorong Diplomasi Bahasa Indonesia di Panggung Global
Reog, Kolintang, dan...
Reog, Kolintang, dan Kebaya Terima Sertifikat UNESCO, Komunitas Berharap Penguatan Dukungan
Momen Bersejarah! Mendikdasmen...
Momen Bersejarah! Mendikdasmen Abdul Mu'ti Bakal Pidato Pakai Bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Rekomendasi
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved