Menteri hingga Duta Besar Negara Sahabat Meriahkan Green Democracy Fun Walk
Minggu, 09 November 2025 - 20:50 WIB
loading...
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin melepas kegiatan Green Democracy Fun Walk yang menjadi puncak peringatan HUT ke-21 DPD RI di Plaza Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/11/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan B Najamudin melepas kegiatan Green Democracy Fun Walk yang menjadi puncak peringatan HUT ke-21 DPD RI di Plaza Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini merupakan komitmen lembaganya dalam mengusung paradigma baru Green Democracy sebagai bentuk demokrasi yang sejuk, elegan, dan berwawasan lingkungan.
Sultan dan Wakil Ketua DPD RI lainnya Tamsil Linrung, Ratu Hemas, dan Yorrys Raweyai turut melepaskan kegiatan ini di garis start yang dilaksanakan di Pintu Timur Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Berdasarkan pendaftaran, sebanyak 25 ribu peserta turut meramaikan acara yang baru pertama kali dilaksanakan DPD ini.
Baca juga: Fun Walk dengan Lintas Elemen, Kapolri Ajak Jaga Persatuan Kesatuan Bangsa
Dia menegaskan komitmen lembaganya dalam mengusung paradigma baru Green Democracy sebagai bentuk demokrasi yang sejuk, elegan, dan berwawasan lingkungan. Green Democracy merupakan simbol bahwa demokrasi tidak hanya berbicara tentang manusia dan politik, tetapi juga tentang keberlanjutan bumi.
“Hari ini kami tidak hanya jalan santai bersama masyarakat, tetapi juga menanam pohon damar sebagai simbol bahwa demokrasi hijau adalah demokrasi yang menyelamatkan bumi,” ujar Sultan, Minggu (9/11/2025).
Pohon damar dipilih karena merupakan tanaman langka dengan nilai ekologis dan ekonomi tinggi. Ini juga sekaligus mendapat rekor MURI lembaga negara pertama yang melakukan penghijauan dengan penanaman pohon langka.
Konsep Green Democracy akan menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan kelembagaan DPD RI ke depan. “Dari Green Democracy, kami akan turunkan menjadi Green Parliament, Green Legislation, Green Diplomacy, hingga Green Economy dan Green Education. Karena masa depan demokrasi harus bersinergi dengan masa depan bumi,” kata Wakil Ketua DPD RI periode 2019-2024 ini.
Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyinggung Conference of Parties (COP) ke-30 yang akan digelar di Brasil. Indonesia akan berpartisipasi aktif membawa gagasan Green Democracy di forum dunia tersebut.
“Kami ingin menyuarakan bahwa Indonesia dengan kekayaan hutan tropis dan keberagaman etnisnya layak memimpin gerakan global terkait perubahan iklim,” kata Ketua KNPI Bengkulu periode 2006-2011 ini.
Sultan mengungkapkan DPD telah menginisiasi penyusunan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) strategis yang berkaitan dengan isu lingkungan, termasuk RUU Pengelolaan Perubahan Iklim.
“Dunia tidak boleh hanya memanfaatkan isu iklim untuk keuntungan ekonomi. Regulasi setingkat undang-undang harus ada untuk mengorkestrasi isu besar ini,” ucap Ketua HIPMI Bengkulu periode 2011-2014 ini
Empat RUU usulan DPD yang masuk dalam Prolegnas 2025 yakni RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, RUU Pemerintah Daerah, RUU Masyarakat Hukum Adat, dan RUU Daerah Kepulauan.
Green Democracy Fun Walk DPD RI ini juga dihadiri beberapa menteri antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wamenpora Taufik Hidayat, Wamendagri Ahmad Wiyagus, Wamenlu Anis Matta, Kepala BKN Prof Zudan Arif Fakrullah serta wakil menteri lainnya, Gubernur Kalbar Ria Norsan, Bupati dan Wali Kota serta sejumlah Duta Besar Negara Sahabat seperti Chile, Belarus, Ukraina, Brunei Darussalam, Malaysia, dan dubes lainnya.
Sultan dan Wakil Ketua DPD RI lainnya Tamsil Linrung, Ratu Hemas, dan Yorrys Raweyai turut melepaskan kegiatan ini di garis start yang dilaksanakan di Pintu Timur Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Berdasarkan pendaftaran, sebanyak 25 ribu peserta turut meramaikan acara yang baru pertama kali dilaksanakan DPD ini.
Baca juga: Fun Walk dengan Lintas Elemen, Kapolri Ajak Jaga Persatuan Kesatuan Bangsa
Dia menegaskan komitmen lembaganya dalam mengusung paradigma baru Green Democracy sebagai bentuk demokrasi yang sejuk, elegan, dan berwawasan lingkungan. Green Democracy merupakan simbol bahwa demokrasi tidak hanya berbicara tentang manusia dan politik, tetapi juga tentang keberlanjutan bumi.
“Hari ini kami tidak hanya jalan santai bersama masyarakat, tetapi juga menanam pohon damar sebagai simbol bahwa demokrasi hijau adalah demokrasi yang menyelamatkan bumi,” ujar Sultan, Minggu (9/11/2025).
Pohon damar dipilih karena merupakan tanaman langka dengan nilai ekologis dan ekonomi tinggi. Ini juga sekaligus mendapat rekor MURI lembaga negara pertama yang melakukan penghijauan dengan penanaman pohon langka.
Konsep Green Democracy akan menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan kelembagaan DPD RI ke depan. “Dari Green Democracy, kami akan turunkan menjadi Green Parliament, Green Legislation, Green Diplomacy, hingga Green Economy dan Green Education. Karena masa depan demokrasi harus bersinergi dengan masa depan bumi,” kata Wakil Ketua DPD RI periode 2019-2024 ini.
Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyinggung Conference of Parties (COP) ke-30 yang akan digelar di Brasil. Indonesia akan berpartisipasi aktif membawa gagasan Green Democracy di forum dunia tersebut.
“Kami ingin menyuarakan bahwa Indonesia dengan kekayaan hutan tropis dan keberagaman etnisnya layak memimpin gerakan global terkait perubahan iklim,” kata Ketua KNPI Bengkulu periode 2006-2011 ini.
Sultan mengungkapkan DPD telah menginisiasi penyusunan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) strategis yang berkaitan dengan isu lingkungan, termasuk RUU Pengelolaan Perubahan Iklim.
“Dunia tidak boleh hanya memanfaatkan isu iklim untuk keuntungan ekonomi. Regulasi setingkat undang-undang harus ada untuk mengorkestrasi isu besar ini,” ucap Ketua HIPMI Bengkulu periode 2011-2014 ini
Empat RUU usulan DPD yang masuk dalam Prolegnas 2025 yakni RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, RUU Pemerintah Daerah, RUU Masyarakat Hukum Adat, dan RUU Daerah Kepulauan.
Green Democracy Fun Walk DPD RI ini juga dihadiri beberapa menteri antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wamenpora Taufik Hidayat, Wamendagri Ahmad Wiyagus, Wamenlu Anis Matta, Kepala BKN Prof Zudan Arif Fakrullah serta wakil menteri lainnya, Gubernur Kalbar Ria Norsan, Bupati dan Wali Kota serta sejumlah Duta Besar Negara Sahabat seperti Chile, Belarus, Ukraina, Brunei Darussalam, Malaysia, dan dubes lainnya.
(jon)
Lihat Juga :