Penyelidikan Whoosh Tetap Berjalan, KPK: Kalau Tak Ada Tindak Pidana Korupsi Ya Selesai
Kamis, 06 November 2025 - 07:23 WIB
loading...
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menegaskan penyelidikan dugaan korupsi proyek whoosh tetap berjalan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyelidikan dugaan mark up Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh tetap berjalan. Penyelidikan dilakukan guna memastikan untuk mencari tahu ada tidaknya dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek tersebut.
Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak saat disinggung perihal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan akan menanggung utang Whoosh.
"Penyelidikan itu kan untuk mengetahui ada tidaknya suatu perbuatan tindak pidana korupsi, kalau tidak ada ya selesai," kata Tanak di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (5/11/2025).
"Kalau ada kita juga bisa sampaikan kepada Presiden, ini ada perbuatan yang dikualifikasi sebagai tindak pidana korupsi," sambungnya.
Baca juga: Soal Utang Whoosh, Prabowo: Saya Akan Tanggung Jawab
Tanak meyakini, Prabowo akan legowo menerima jika ditemukan dugaan tindak pidana korupsi. Sebab, pemberantasan korupsi menjadi salah satu program unggulan Prabowo.
"Ketika ada tentunya Presiden juga akan menerima. Karena beliau sudah mengamanatkan dalam Asta Cita ketujuhnya tentang pemeratasan tindak pidana korupsi," ujarnya.
Penyelidikan dinilai penting guna memperoleh kepastian hukum. Akan hal itu, ia menegaskan penyelidikan Whoosh tetap berlanjut. "Penyelidikan tidak ada larangan kan, tidak ada satu larangan untuk melakukan penyelidikan," ucapnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Minta Kisruh Whoosh Tak Dipolitisasi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan masyarakat dan PT KAI tidak perlu khawatir terkait utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Prabowo memastikan, dirinya akan bertanggung jawab penuh terhadap hal tersebut sebagai kepala negara.
Menurut Prabowo, pemerintah telah menghitung secara matang besaran utang yang timbul dari proyek strategis nasional itu. Prabowo meyakini Indonesia memiliki kemampuan untuk membayarnya tanpa menimbulkan masalah terhadap keuangan negara.
“Nggak usah khawatir soal Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, dan tidak ada masalah. Saya tanggung jawab semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan, semua sudah dihitung,” ujar Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa, 4 November 2025.
Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak saat disinggung perihal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan akan menanggung utang Whoosh.
"Penyelidikan itu kan untuk mengetahui ada tidaknya suatu perbuatan tindak pidana korupsi, kalau tidak ada ya selesai," kata Tanak di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (5/11/2025).
"Kalau ada kita juga bisa sampaikan kepada Presiden, ini ada perbuatan yang dikualifikasi sebagai tindak pidana korupsi," sambungnya.
Baca juga: Soal Utang Whoosh, Prabowo: Saya Akan Tanggung Jawab
Tanak meyakini, Prabowo akan legowo menerima jika ditemukan dugaan tindak pidana korupsi. Sebab, pemberantasan korupsi menjadi salah satu program unggulan Prabowo.
"Ketika ada tentunya Presiden juga akan menerima. Karena beliau sudah mengamanatkan dalam Asta Cita ketujuhnya tentang pemeratasan tindak pidana korupsi," ujarnya.
Penyelidikan dinilai penting guna memperoleh kepastian hukum. Akan hal itu, ia menegaskan penyelidikan Whoosh tetap berlanjut. "Penyelidikan tidak ada larangan kan, tidak ada satu larangan untuk melakukan penyelidikan," ucapnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Minta Kisruh Whoosh Tak Dipolitisasi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan masyarakat dan PT KAI tidak perlu khawatir terkait utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Prabowo memastikan, dirinya akan bertanggung jawab penuh terhadap hal tersebut sebagai kepala negara.
Menurut Prabowo, pemerintah telah menghitung secara matang besaran utang yang timbul dari proyek strategis nasional itu. Prabowo meyakini Indonesia memiliki kemampuan untuk membayarnya tanpa menimbulkan masalah terhadap keuangan negara.
“Nggak usah khawatir soal Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, dan tidak ada masalah. Saya tanggung jawab semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan, semua sudah dihitung,” ujar Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa, 4 November 2025.
(cip)
Lihat Juga :