PB DDI Imbau Waspadai Propaganda Jihad Persatuan Global ISIS
Rabu, 05 November 2025 - 23:29 WIB
loading...
A
A
A
Suaib juga menyoroti lemahnya solidaritas sosial di antara masyarakat negara-negara Timur Tengah yang disebabkan oleh absennya konsensus kebangsaan yang kuat. Kondisi ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang memicu konflik berkepanjangan dan perang saudara di kawasan tersebut.
"Rasa kesukuan yang dominan tanpa adanya konsensus kebangsaan yang kokoh kerap memicu perpecahan. Akibatnya, banyak negara di kawasan tersebut tidak memiliki institusi kenegaraan yang stabil, dan rakyat menjadi korban," jelasnya.
Berbeda dengan kondisi di Timur Tengah, Indonesia dinilai memiliki kekuatan persatuan yang lebih solid karena berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Menurut Suaib, pilar-pilar tersebut telah terbukti mampu mempersatukan keragaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.
"Meskipun Indonesia terdiri atas berbagai suku, namun setiap golongan tidak saling mengasingkan. Konsensus kebangsaan yang kuat dan dipahami oleh masyarakat membuat integrasi sosial berjalan baik," tuturnya.
"Generasi muda merupakan modal utama bangsa. Namun jika mereka tidak memahami Empat Pilar Kebangsaan, hal itu bisa menjadi ancaman disintegrasi. Negara yang tidak memahami jati dirinya akan mudah dipecah-belah, sedangkan Indonesia memiliki dasar kebangsaan yang kuat untuk menghadapinya," katanya.
"Rasa kesukuan yang dominan tanpa adanya konsensus kebangsaan yang kokoh kerap memicu perpecahan. Akibatnya, banyak negara di kawasan tersebut tidak memiliki institusi kenegaraan yang stabil, dan rakyat menjadi korban," jelasnya.
Berbeda dengan kondisi di Timur Tengah, Indonesia dinilai memiliki kekuatan persatuan yang lebih solid karena berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Menurut Suaib, pilar-pilar tersebut telah terbukti mampu mempersatukan keragaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.
"Meskipun Indonesia terdiri atas berbagai suku, namun setiap golongan tidak saling mengasingkan. Konsensus kebangsaan yang kuat dan dipahami oleh masyarakat membuat integrasi sosial berjalan baik," tuturnya.
Generasi Muda Harus Perkuat Wawasan Kebangsaan
Suaib mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menilai, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan perlu terus ditanamkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh ideologi transnasional yang dapat mengancam persatuan nasional."Generasi muda merupakan modal utama bangsa. Namun jika mereka tidak memahami Empat Pilar Kebangsaan, hal itu bisa menjadi ancaman disintegrasi. Negara yang tidak memahami jati dirinya akan mudah dipecah-belah, sedangkan Indonesia memiliki dasar kebangsaan yang kuat untuk menghadapinya," katanya.
(abd)
Lihat Juga :