Ubedilah Badrun Nilai Kasus Delpedro Cs Tidak Ada Hubungannya dengan Kerusuhan
Rabu, 05 November 2025 - 23:16 WIB
loading...
Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menilai narasi ajakan demonstrasi yang dilakukan oleh Delpedro Cs melalui media sosial tidak ada hubungannya dengan kerusuhan. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menilai narasi ajakan demonstrasi yang dilakukan oleh Delpedro Cs melalui media sosial tidak ada hubungannya dengan kerusuhan. Diketahui Delpedro; Muzzafar Salim; Syahdan Husein; dan Khariq Anhar ditangkap polisi karena dituduh melakukan penghasutan yang menyebabkan demo ricuh akhir Agustus.
“Saya meyakini tidak ada hubungan antara narasi ajakan demonstrasi Delpedro dan kawan-kawan, itu dengan kemudian kerusuhan, itu tidak ada,” katanya dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (5/11/2024).
Dia menjelaskan, kerusuhan yang terjadi akhir Agustus lalu itu dipicu oleh meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan. Almarhum dilindas kendaraan taktis Brimob.
Baca juga: Tim Pembela Aktivis Keberatan Postingan Delpedro Dianggap Memicu Kericuhan
“Andai peristiwa Affan Kurniawan yang dilindas oleh kendaraan taktis yang menurut saya sangat tragis itu, saya meyakini tidak akan ada kerusuhan bahkan penjarahan ke rumah-rumah itu. Tidak akan ada. Proses peristiwa tragis itu yang menjadi faktor yang menyebabkan kerusuhan,” ujarnya.
Dia menuturkan, argumen teoritiknya adalah argumen tentang amuk massa sebetulnya. Dia melanjutkan, situasi amuk massa itu dalam banyak riset menunjukkan bahwa situasi ketika orang berkerumun, lalu ada pemicu yang menghipnotis perasaan mereka, yang terjadi adalah irasionalitas.
“Kerumunan itu adalah entitas yang irasional. Ketika ada pemicu yang menghentakkan jiwa dan pikirannya, dia akan meledak,” katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa demonstrasi merupakan partisipasi publik yang dijamin oleh konstitusi. Maka bisa menjadi aneh jika orang yang mengajak demonstrasi dianggap sebagai provokasi.
“Jadi sebetulnya aneh kalau kemudian orang mengajak demonstrasi dianggap sebagai provokasi. Itu kesalahan nalar sebetulnya,” pungkasnya.
“Saya meyakini tidak ada hubungan antara narasi ajakan demonstrasi Delpedro dan kawan-kawan, itu dengan kemudian kerusuhan, itu tidak ada,” katanya dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (5/11/2024).
Dia menjelaskan, kerusuhan yang terjadi akhir Agustus lalu itu dipicu oleh meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan. Almarhum dilindas kendaraan taktis Brimob.
Baca juga: Tim Pembela Aktivis Keberatan Postingan Delpedro Dianggap Memicu Kericuhan
“Andai peristiwa Affan Kurniawan yang dilindas oleh kendaraan taktis yang menurut saya sangat tragis itu, saya meyakini tidak akan ada kerusuhan bahkan penjarahan ke rumah-rumah itu. Tidak akan ada. Proses peristiwa tragis itu yang menjadi faktor yang menyebabkan kerusuhan,” ujarnya.
Dia menuturkan, argumen teoritiknya adalah argumen tentang amuk massa sebetulnya. Dia melanjutkan, situasi amuk massa itu dalam banyak riset menunjukkan bahwa situasi ketika orang berkerumun, lalu ada pemicu yang menghipnotis perasaan mereka, yang terjadi adalah irasionalitas.
“Kerumunan itu adalah entitas yang irasional. Ketika ada pemicu yang menghentakkan jiwa dan pikirannya, dia akan meledak,” katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa demonstrasi merupakan partisipasi publik yang dijamin oleh konstitusi. Maka bisa menjadi aneh jika orang yang mengajak demonstrasi dianggap sebagai provokasi.
“Jadi sebetulnya aneh kalau kemudian orang mengajak demonstrasi dianggap sebagai provokasi. Itu kesalahan nalar sebetulnya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :