Kementan Beri Saran ke Petani Kabupaten Bogor untuk Hadapi Kekeringan

Senin, 14 September 2020 - 15:40 WIB
loading...
Kementan Beri Saran...
FOTO: TRIBUNNEWSBOGOR/YUDISTIRA WANNE
A A A
JAKARTA - Lantaran tidak diguyur hujan selama sekitar tiga bulan, lahan pertanian di Jonggol, Kabupaten Bogor, mengering dan terancam gagal panen. Kementerian Pertanian memberikan masukan ke petani untuk menghadapi kondisi tersebut.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi musim kemarau.

“Buat pertanian, antisipasi awal adalah dengan water management. Atau menjaga ketersediaan air. Caranya bisa dengan dam parit, embung dan lainnya. Sedangkan cara lainnya adalah menjaga lahan pertanian agar terhindar dari kerugian dengan mengasuransikan lahan,” tutur Mentan SYL, Senin (14/9/2020).

Pernyataan serupa disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy. “Petani harus mengetahui kondisi sekitar lahan. Jika memang ada sumber air yang bisa dimanfaatkan, maka water management bisa diterapkan. Tapi cara terbaik untuk menjaga lahan adalah mengikuti asuransi,” tuturnya.

Sarwo Edhy mengatakan, ada banyak manfaat yang bisa dirasakan petani dengan mengikuti asuransi. “Yang paling utama, asuransi memberikan ketenangan kepada petani untuk beraktivitas. karena ada jaminan ganti rugi untuk lahan yang gagal panen. Dengan klaim dari asuransi, petani bahkan memiliki modal untuk kembali tanam,” katanya.

Untuk menjaga lahannya, petani di Jonggol Kabupaten Bogor bisa memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Premi yang harus dibayarkan pun relatif terjangkau, sebesar Rp 180.000/hektare (ha)/MT.

Sedangkan nilai pertanggungan sebesar Rp6.000.000/Ha/MT. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan. Petani dijamin tidak akan merugi karena lahan sudah ter-cover asuransi.

Di Jonggol, kekeringan telah melanda Desa Jagaita, Weninggalih, dan Sirnajati. Warga bukan hanya mulai kesulitan air bersih, lahan sawah dan sungai pun mengering.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Raih Penghargaan, Pusat...
Raih Penghargaan, Pusat PVTPP Kementan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
Wamentan Sudaryono Anak...
Wamentan Sudaryono Anak Petani Desa Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo
Peredaran Beras Oplosan...
Peredaran Beras Oplosan Marak, Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Segera Tindak Tegas
Akselerasi Swasembada...
Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan Dorong Perlindungan Varietas Tanaman
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Program Upland Jadi...
Program Upland Jadi Penggerak Pertanian di Dataran Tinggi
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Rekomendasi
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
Berita Terkini
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
Breaking News! Dokter...
Breaking News! Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya Hari Ini
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved