Koordinator Orkestra Beberkan Kronologi Eko Patrio hingga Uya Kuya Joget di Sidang Tahunan MPR
Senin, 03 November 2025 - 14:25 WIB
loading...
Koordinator Orkestra Simfoni Praditya Wiratama dan Paduan Suara Nusantara Universitas Pertahanan Letkol Suwarko menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Orkestra Simfoni Praditya Wiratama dan Paduan Suara Nusantara Universitas Pertahanan Letkol Suwarko menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD ) terhadap lima anggota DPR yang dinonaktifkan sejak Agustus 2025. Orkestra tersebut merupakan pembawa atau pengiring musik Sidang Tahunan MPR pada 15 Agustus 2025.
Letkol Suwarko membeberkan kronologi aksi joget Eko Patrio hingga Uya Kuya. Suwarko mengatakan, pembawaan lagu daerah di acara Sidang Tahunan MPR dilakukan sesuai arahan panitia penyelenggara.
Ada 2 lagu yang dimainkan setelah Presiden Prabowo Subianto berpidato dan pasca acara pokok sidang selesai digelar, yakni lagu Sajojo dan Gemu Fa Mi Re. "Setelah Pak Prabowo pidato atau sebelum? Musik dilakukan selesai pidato, artinya ini sudah selesai acara pokok lalu disuguhkan?" tanya Anggota MKD di persidangan, Senin (3/11/2025).
Baca juga: Sidang MKD, Ahli IT Ungkap Penggiringan Opini di Balik Isu Pembubaran DPR: Publik Tersulut Narasi Anonim!
"Setelah. Siap betul," kata Letkol Suwarko.
Anggota MKD lantas mempertanyakan respons anggota DPR yang hadir dalam sidang pasca disuguhkan lagu daerah tersebut. Letkol Suwarko menyebutkan, sejatinya tak hanya anggota DPR yang memberikan respons, tapi juga hampir semua yang hadir di ruangan sidang memberikan respons positif, baik itu dengan berdiri, bertepuk tangan, maupun dengan berjoget.
"Setelah mementaskan apa respons anggota DPR yang hadir di situ?" tanya anggota MKD.
"Setelah dipentaskan setelah ada aba-aba, setelah dari Ibu Puan (Ketua DPR Puan Maharani) memberikan kami kesempatan untuk tampil langsung kami mainkan, kami lihat secara spontan karena menurut kami lagunya rancak, gembira karena kita juga persiapan untuk menyambut Hari Kemerdekaan, secara spontan yang kami lihat peserta sidang dan orang yang ada di situ hampir semuanya lebih banyak yang berjoget," tutur Letkol Suwarko.
"Merespons positif mungkin mereka, kami senanglah dengan adanya respons dari mereka kok kita tampilkan lagu-lagu itu mereka langsung ada yang berdiri ada yang langsung joget ada yang ikut nyanyi, kami pun merasa senang, sudah tepuk tangan meriah," sambungnya.
Dia menjelaskan, respons para anggota DPR dengan bertepuk tangan, berdiri, berjoget, hingga ikut bernyanyi itu dinilai sebagai respon positif olehnya. Sebabnya, mereka merasa sangat dihargai atas pembawaan lagu yang telah disiapkan selama hampir 1 bulan lamanya itu untuk bisa ditampilkan saat di hari acara.
"Sebagai penampil performa, bagaimana perasaan saksi dan adik-adik mahasiswa atas respons positif dari anggota DPR?" tanya anggota MKD.
"Kami merasa senang, merasa dihargai karena lagu yang kami tampilkan, yang sudah kami siapkan dalam waktu kurang lebih 1 bulan itu, ternyata dengan adanya mereka, ada yang langsung berdiri joget, ada yang ikut nyanyi, bagi kami itu respons yang sangat positif dan menggembirakan kami karena apa yang kita tampilkan mendapatkan respons sangat bagus," katanya.
Dia memastikan, dia hadir dalam gelaran sidang tahunan itu, sejak sebelum acara dimulai hingga acara selesai. Selama itu, tak ada informasi apa pun tentang pembahasan kenaikan gaji ataupun tunjangan anggota DPR.
"Karena seingat saya saat itu, kebetulan saya ada di ruang tersebut sebelum acara dimulai sampai selesai, saya tidak pernah mendengar informasi ada kenaikan gaji atau lainnya," katanya.
Dia menambahkan, pada 2024 pihaknya pun menampilkan musik pula sebagaimana pada Sidang Tahunan MPR 15 Agustus 2025. Pihaknya juga sudah kerap tampil di berbagai kegiatan kenegaraan, seperti di Istana Bogor ataupun Istana Negara dalam gelaran penyambutan atau penerimaan tamu negara.
Letkol Suwarko membeberkan kronologi aksi joget Eko Patrio hingga Uya Kuya. Suwarko mengatakan, pembawaan lagu daerah di acara Sidang Tahunan MPR dilakukan sesuai arahan panitia penyelenggara.
Ada 2 lagu yang dimainkan setelah Presiden Prabowo Subianto berpidato dan pasca acara pokok sidang selesai digelar, yakni lagu Sajojo dan Gemu Fa Mi Re. "Setelah Pak Prabowo pidato atau sebelum? Musik dilakukan selesai pidato, artinya ini sudah selesai acara pokok lalu disuguhkan?" tanya Anggota MKD di persidangan, Senin (3/11/2025).
Baca juga: Sidang MKD, Ahli IT Ungkap Penggiringan Opini di Balik Isu Pembubaran DPR: Publik Tersulut Narasi Anonim!
"Setelah. Siap betul," kata Letkol Suwarko.
Anggota MKD lantas mempertanyakan respons anggota DPR yang hadir dalam sidang pasca disuguhkan lagu daerah tersebut. Letkol Suwarko menyebutkan, sejatinya tak hanya anggota DPR yang memberikan respons, tapi juga hampir semua yang hadir di ruangan sidang memberikan respons positif, baik itu dengan berdiri, bertepuk tangan, maupun dengan berjoget.
"Setelah mementaskan apa respons anggota DPR yang hadir di situ?" tanya anggota MKD.
"Setelah dipentaskan setelah ada aba-aba, setelah dari Ibu Puan (Ketua DPR Puan Maharani) memberikan kami kesempatan untuk tampil langsung kami mainkan, kami lihat secara spontan karena menurut kami lagunya rancak, gembira karena kita juga persiapan untuk menyambut Hari Kemerdekaan, secara spontan yang kami lihat peserta sidang dan orang yang ada di situ hampir semuanya lebih banyak yang berjoget," tutur Letkol Suwarko.
"Merespons positif mungkin mereka, kami senanglah dengan adanya respons dari mereka kok kita tampilkan lagu-lagu itu mereka langsung ada yang berdiri ada yang langsung joget ada yang ikut nyanyi, kami pun merasa senang, sudah tepuk tangan meriah," sambungnya.
Dia menjelaskan, respons para anggota DPR dengan bertepuk tangan, berdiri, berjoget, hingga ikut bernyanyi itu dinilai sebagai respon positif olehnya. Sebabnya, mereka merasa sangat dihargai atas pembawaan lagu yang telah disiapkan selama hampir 1 bulan lamanya itu untuk bisa ditampilkan saat di hari acara.
"Sebagai penampil performa, bagaimana perasaan saksi dan adik-adik mahasiswa atas respons positif dari anggota DPR?" tanya anggota MKD.
"Kami merasa senang, merasa dihargai karena lagu yang kami tampilkan, yang sudah kami siapkan dalam waktu kurang lebih 1 bulan itu, ternyata dengan adanya mereka, ada yang langsung berdiri joget, ada yang ikut nyanyi, bagi kami itu respons yang sangat positif dan menggembirakan kami karena apa yang kita tampilkan mendapatkan respons sangat bagus," katanya.
Dia memastikan, dia hadir dalam gelaran sidang tahunan itu, sejak sebelum acara dimulai hingga acara selesai. Selama itu, tak ada informasi apa pun tentang pembahasan kenaikan gaji ataupun tunjangan anggota DPR.
"Karena seingat saya saat itu, kebetulan saya ada di ruang tersebut sebelum acara dimulai sampai selesai, saya tidak pernah mendengar informasi ada kenaikan gaji atau lainnya," katanya.
Dia menambahkan, pada 2024 pihaknya pun menampilkan musik pula sebagaimana pada Sidang Tahunan MPR 15 Agustus 2025. Pihaknya juga sudah kerap tampil di berbagai kegiatan kenegaraan, seperti di Istana Bogor ataupun Istana Negara dalam gelaran penyambutan atau penerimaan tamu negara.
(rca)
Lihat Juga :