Ketua Komite III DPD RI Minta Presiden Selesaikan Konflik Bersenjata di Papua

Senin, 03 November 2025 - 13:01 WIB
loading...
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menyelesaikan konflik bersenjata di Papua. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menyelesaikan konflik bersenjata di Papua. Pasalnya, konflik ini terus berkepanjangan dan mengakibatkan jatuhnya korban serta gangguan keamanan bagi masyarakat sipil.

Filep yang juga Sekretaris MPR For Papua meminta Presiden memperhatikan nasib masyarakat pengungsi yang menderita di dalam hutan dan tempat pengungsian mengalami kesulitan makanan, minuman, obat-obatan bahkan tempat tinggal yang layak.

“Kami mendesak kepada Bapak Presiden Prabowo untuk segera menuntaskan konflik bersenjata di Papua. Selain jatuh banyak korban jiwa, mohon perhatikan nasib masyarakat yang terpaksa mengungsi. Merasa tidak aman, menderita di pengungsian, susah makan dan obat-obatan. Belum lagi terganggu aktivitas sehari-harinya. Situasi keamanan yang tidak stabil ini harus segera dihentikan,” katanya, Senin (3/11/2025).

Baca juga: 14 OPM Tewas Ditembak, TNI Beberkan 12 Serangan Separatis Papua Sepanjang 2025

Filep berharap pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) yang memastikan dukungan Indonesia untuk Palestina dengan menyediakan lahan investasi pertanian seluas 15.000 hektare atas nama kemanusian juga sensitif dengan kondisi masyarakat pengungsi di Papua.

”Mari kita, terutama pemerintah memberikan perhatian penuh atas nasib masyarakat pengungsi saat ini, dengan memenuhi kebutuhan mereka, dan utamanya menyelesaikan penyebab pengungsian yaitu gangguan keamanan,” sambungnya.

Seperti diketahui, eskalasi konflik di tanah Papua kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya pada pertengah Oktober 2025 ini, konflik bersenjata pecah di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah yakni kontak tembak antara TNI dan KSB (Kelompok Sipil Bersenjata) yang diduga mengakibatkan 14 korban jiwa.

Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya

Peristiwa penembakan juga terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Di Papua Barat yakni di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni terjadi dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap relawan LP3BH pada Jumat, 17 Oktober 2025 saat dua relawan yakni Kornelis Aisnak dan Ruben Frasa memberikan bantuan kemanusiaan ke pengungsi di lokasi tersebut.

Filep mengaku prihatin kondisi masyarakat di pengungsian terutama ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak yang terhambat pendidikannya. Menurutnya, kondisi ini akan mengganggu masa depan pendidikan anak Papua dan juga keselamatan masyarakat pengungsi yang tidak jelas nasibnya di hutan belantara.


“Sebagai wakil daerah Papua Barat, saya merasakan penderitaan para pengungsi yang hak atas rasa aman, dilindungi dari ancaman dan kekerasan kerap kali terganggu. Saya mendukung Komnas HAM mengecam penembakan serta pendekatan kekerasan hingga mengakibatkan jatuhnya korban. Pemerintah harus segera merespons pernyataan sikap Komnas HAM untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan mengevaluasi pendekatan penanganan masalah Papua,” ujar Filep.

Filep mengapresiasi penyelesaian masalah Aceh dan berharap masalah Papua juga terselesaikan segera dengan memberi rasa keadilan, keamanan dan kesejahteraan.

“Peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM jangan sampai berulang, bagaimana berbicara soal kesejahteraan tapi keamanan belum terjamin. Saya harap semua stakeholders mengedepankan dialog dan penyelesaian yang baik,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Rekomendasi
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved