Ketua Komite III DPD RI Minta Presiden Selesaikan Konflik Bersenjata di Papua
Senin, 03 November 2025 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
”Mari kita, terutama pemerintah memberikan perhatian penuh atas nasib masyarakat pengungsi saat ini, dengan memenuhi kebutuhan mereka, dan utamanya menyelesaikan penyebab pengungsian yaitu gangguan keamanan,” sambungnya.
Seperti diketahui, eskalasi konflik di tanah Papua kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya pada pertengah Oktober 2025 ini, konflik bersenjata pecah di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah yakni kontak tembak antara TNI dan KSB (Kelompok Sipil Bersenjata) yang diduga mengakibatkan 14 korban jiwa.
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya
Peristiwa penembakan juga terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Di Papua Barat yakni di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni terjadi dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap relawan LP3BH pada Jumat, 17 Oktober 2025 saat dua relawan yakni Kornelis Aisnak dan Ruben Frasa memberikan bantuan kemanusiaan ke pengungsi di lokasi tersebut.
Filep mengaku prihatin kondisi masyarakat di pengungsian terutama ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak yang terhambat pendidikannya. Menurutnya, kondisi ini akan mengganggu masa depan pendidikan anak Papua dan juga keselamatan masyarakat pengungsi yang tidak jelas nasibnya di hutan belantara.
Seperti diketahui, eskalasi konflik di tanah Papua kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya pada pertengah Oktober 2025 ini, konflik bersenjata pecah di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah yakni kontak tembak antara TNI dan KSB (Kelompok Sipil Bersenjata) yang diduga mengakibatkan 14 korban jiwa.
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya
Peristiwa penembakan juga terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Di Papua Barat yakni di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni terjadi dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap relawan LP3BH pada Jumat, 17 Oktober 2025 saat dua relawan yakni Kornelis Aisnak dan Ruben Frasa memberikan bantuan kemanusiaan ke pengungsi di lokasi tersebut.
Filep mengaku prihatin kondisi masyarakat di pengungsian terutama ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak yang terhambat pendidikannya. Menurutnya, kondisi ini akan mengganggu masa depan pendidikan anak Papua dan juga keselamatan masyarakat pengungsi yang tidak jelas nasibnya di hutan belantara.
Lihat Juga :