Menkes: IMEDIC 2025 Jadi Forum Strategis Kembangkan Sektor Kesehatan

Senin, 03 November 2025 - 12:27 WIB
loading...
Menkes: IMEDIC 2025...
Menkes Budi Gunadi Sadikin menghadiri International Military Medicine Symposium and Workshop (IMEDIC) ke-2 di Jakarta. Foto/istimewa.
A A A
JAKARTA - Ratusan peserta menghadiri International Military Medicine Symposium and Workshop (IMEDIC) ke-2. Kegiatan yang diselenggarakan pada 22-24 Oktober 2025 di Aston-Kartika Hotel, Grogol Jakarta ini membahas pengembangan sektor kesehatan .

Mengangkat tema “Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services” IMEDIC bertujuan mempromosikan pertukaran pengetahuan, penyajian teknologi inovatif, dan pengembangan strategi kolaboratif yang menjunjung tinggi integritas sistem kesehatan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan kesehatan kerja.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto, mantan Kepala Pusat Kesehatan TNI dan Chairman International Committee of Military Medicine (ICCM) Daniel Tjen, serta Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama World Health Organization (WHO) Prof Tikki Pangestu hadir dalam pembukaan acara.

Baca juga: Mengkhawatirkan, Indonesia Darurat Kesehatan Mental dan Kesadaran Digital

Ketua Panitia Penyelenggara IMEDIC 2025 Dian Andriani mengungkapkan IMEDIC 2025 merupakan forum yang strategis khususnya dalam membahas strategi dan inovasi di sektor kesehatan dan obat-obatan.

Karena itu, dr. Dian mendorong peran aktif dan partisipasi dari peserta IMEDIC 2025 dalam berbagai kegiatan simposium dan workshop. “Mari kita berbagi ilmu pengetahuan, membangun kemitraan, dan memperbarui komitmen untuk melindungi manusia melalui ilmu pengetahuan, kedisiplinan, dan kasih sayang,” katanya, Senin (3/11/2025).

Dirinya mengingatkan, dalam ancaman biologi, kekuatan pertahanan ada di kerjasama lintas sektor. Karenanya, ia yakin diskusi yang diselenggarakan bermanfaat. “Sehingga jaringan kita dapat terus berkembang, dan mampu menghasilkan dampak yang positif terhadap sektor Kesehatan nasional,” tambah dr. Dian.

Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya

Mewakili panitia penyelenggara, dr. Dian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan IMEDIC 2025 dan seluruh pesera yang hadir.

Ia berharap, IMEDIC 2025 memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sektor kesehatan dan obat-obatan nasional.

“Saya ingin berterimakasih terhadap seluruh kontribusi yang telah diberikan terutama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Perdokmil, partner nasional dan internasional,” tambahnya sembari mengucapkan selamat datang bagi perwakilan kedutaan besar dari Sri Lanka, Malaysia, dan Kanada.

Dalam keynote speech-nya mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerjasama WHO Prof Tikki Pangestu menjelaskan inovasi harus diimplementasikan untuk menghasilkan obat-obatan yang mampu mengatasi penyakit masyarakat.


“Setidaknya terdapat dua inovasi penting yang baru saya dengar yaitu stem cell therapy dan tobacco harm reduction" ungkap Prof Tikki.

Ketua BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan dalam paparannya bahwa potensi ekonomi sektor obat dan makanan nasional yang sangat besar, mencapai Rp6 ribu triliun per tahun. Menurutnya, potensi ini dapat dicapai melalui keterlibatan ratusan ribu pelaku usaha skala kecil hingga besar.

“Indonesia memiliki 18.000 jenis obat herbal asli, tertinggi di dunia. BPOM melihat ini sebagai peluang yang menjanjikan untuk dikembangkan menjadi produk medis global,” papar Taruna.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan terdapat peran dan tanggung jawab yang serupa antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan.

“Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Pertahanan memiliki tugas untuk melindungi masyarakat dari ancaman kematian. Oleh karena itu, sektor kesehatan dan pertahanan perlu bekerja sama untuk memetakan dan mencegah potensi penyakit yang berkembang di masyarakat,” jelas Budi.

Budi juga menekankan pentingnya peran seluruh pihak untuk mewaspadai berbagai penyakit yang disebabkan oleh patogen. Hal ini penting karena penyakit akibat patogen menyebabkan korban jiwa yang cukup besar.

“Jika kita well-prepared dan ada kerjasama yang baik antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan, maka wabah penyakit yang berdampak fatal bagi umat manusia dapat kita tangani dengan baik,” pungkas Menkes.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
BPOM: Isu Wajib Apoteker...
BPOM: Isu Wajib Apoteker di Minimarket Hoaks, yang Diatur Pengelolaan Obatnya
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rekomendasi
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Berita Terkini
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved