Aktivis Nilai Kritik Anies ke Prabowo-Gibran Cenderung Emosional dan Tak Subtantif
Senin, 03 November 2025 - 08:16 WIB
loading...
Direktur Haidar Alwi Institut Sandri Rumanama menyebut janji-janji politik Prabowo-Gibran sudah teralisasi sekitar 20%. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan mantan calon presiden (Capres) Anies Baswedan yang menyindir pemerintahan Prabowo Subianto semakin jauh dari prinsip integritas dan meritokrasi dinilai keliru. Pernyataan Anies dinilai cenderung emosional dan tak substantif.
Direktur Haidar Alwi Institut Sandri Rumanama membantah kritik kritikan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Menurut Sandri pernyataan Anies Baswedan soal komposisi jabatan pada Kabinet Merah Putih bukan berdasarkan kompetensi tapi koneksi itu cenderung emosional dan tidak subatantif.
"Saya rasa kritikan beliau terkesan emosional dan tidak subtantif, namanya juga jabatan politik ya harus memiliki koneksi politiklah, tapi yang saya lihat sudah profesional kok komposisi jabatan pada Kabinet Merah Putih yang tidak profesional jabatan yang mana," katanya, Senin (3/11/2025).
Baca juga: Great Institute: 85,8% Publik Puas Setahun Pemerintahan Prabowo
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahaiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) ini mengatakan realisasi 20% janji-janji politik Prabowo-Gibran sudah teralisasi. "Sudah terealisasi janji-janji politik Prabowo-Gibran kok selama 1 tahun pemerintahan artinya sudah 20% progresif pemerintahan dan sudah teralisasi 20% janji janji Prabowo-Gibran,” ucapnya.
Rumana menambahkan, apalagi tiga masalah besar yang menjadi subtansi kritik dari Anies Baswedan yakni urusan makan, urusan kerja, dan urusan masa depan sudah terealisasi, mulai dari program Swasembada Pangan. Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih, sudah berjalan. Selain itu soal urusan kerja pemerintah mencangkan berbagai program untuk menakan turun angka pengangguran dan itu terbukti.
Direktur Haidar Alwi Institut Sandri Rumanama membantah kritik kritikan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Menurut Sandri pernyataan Anies Baswedan soal komposisi jabatan pada Kabinet Merah Putih bukan berdasarkan kompetensi tapi koneksi itu cenderung emosional dan tidak subatantif.
"Saya rasa kritikan beliau terkesan emosional dan tidak subtantif, namanya juga jabatan politik ya harus memiliki koneksi politiklah, tapi yang saya lihat sudah profesional kok komposisi jabatan pada Kabinet Merah Putih yang tidak profesional jabatan yang mana," katanya, Senin (3/11/2025).
Baca juga: Great Institute: 85,8% Publik Puas Setahun Pemerintahan Prabowo
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahaiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) ini mengatakan realisasi 20% janji-janji politik Prabowo-Gibran sudah teralisasi. "Sudah terealisasi janji-janji politik Prabowo-Gibran kok selama 1 tahun pemerintahan artinya sudah 20% progresif pemerintahan dan sudah teralisasi 20% janji janji Prabowo-Gibran,” ucapnya.
Rumana menambahkan, apalagi tiga masalah besar yang menjadi subtansi kritik dari Anies Baswedan yakni urusan makan, urusan kerja, dan urusan masa depan sudah terealisasi, mulai dari program Swasembada Pangan. Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih, sudah berjalan. Selain itu soal urusan kerja pemerintah mencangkan berbagai program untuk menakan turun angka pengangguran dan itu terbukti.
Lihat Juga :