Alasan Masyarakat Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Gus Ipul: Ada Rekam Jejak Pelanggaran
Minggu, 02 November 2025 - 14:46 WIB
loading...
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sempat berdiskusi bersama kelompok masyarakat yang menolak mantan Presiden Soeharto mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ternyata, mereka menyoroti rekam jejak pelanggaran Soeharto. Foto: Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sempat berdiskusi bersama kelompok masyarakat yang menolak Presiden Ke-2 RI Soeharto mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ternyata, mereka menyoroti rekam jejak pelanggaran Soeharto.
"(Alasan penolakan) Salah satunya kan dianggap Presiden Soeharto tidak layak untuk mendapatkan pahlawan karena berbagai pelanggaran masa lalu, itu menurut mereka," ujar Gus Ipul, Minggu (2/11/2025).
Baca juga: Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Begini Respons Istana
Berbagai catatan keberatan itu telah dicatat dan dipertimbangkan tim pengkaji. Namun demikian, nama Soeharto pada akhirnya dinyatakan memenuhi syarat formal untuk diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional.
"Keberatan-keberatannya dipelajari. tetapi karena sudah memenuhi syarat formal, maka Presiden Soeharto tetap kita usulkan ke Gelar Pahlawan," ucapnya.
Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial mempertimbangkan semua aspek dalam mengusulkan sosok seseorang menjadi pahlawan nasional. Dalam prosesnya, sejumlah akademisi, sejarawan, hingga tokoh agama tentu dilibatkan.
Sebelumnya, Gus Ipul resmi menyerahkan daftar usulan 40 nama Pahlawan Nasional kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.
"Ada 40 nama secara keseluruhan yang kami usulkan, yang telah dianggap memenuhi syarat," katanya di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
"Di antaranya adalah Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid, dan juga ada Marsinah, serta beberapa tokoh lain, ada juga tokoh lain seperti Kiai Kholil Bangkalan dan Kiai Bisri Syansuri dan juga ada ulama-ulama lain," ujar Gus Ipul.
"(Alasan penolakan) Salah satunya kan dianggap Presiden Soeharto tidak layak untuk mendapatkan pahlawan karena berbagai pelanggaran masa lalu, itu menurut mereka," ujar Gus Ipul, Minggu (2/11/2025).
Baca juga: Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Begini Respons Istana
Berbagai catatan keberatan itu telah dicatat dan dipertimbangkan tim pengkaji. Namun demikian, nama Soeharto pada akhirnya dinyatakan memenuhi syarat formal untuk diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional.
"Keberatan-keberatannya dipelajari. tetapi karena sudah memenuhi syarat formal, maka Presiden Soeharto tetap kita usulkan ke Gelar Pahlawan," ucapnya.
Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial mempertimbangkan semua aspek dalam mengusulkan sosok seseorang menjadi pahlawan nasional. Dalam prosesnya, sejumlah akademisi, sejarawan, hingga tokoh agama tentu dilibatkan.
Sebelumnya, Gus Ipul resmi menyerahkan daftar usulan 40 nama Pahlawan Nasional kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.
"Ada 40 nama secara keseluruhan yang kami usulkan, yang telah dianggap memenuhi syarat," katanya di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
"Di antaranya adalah Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid, dan juga ada Marsinah, serta beberapa tokoh lain, ada juga tokoh lain seperti Kiai Kholil Bangkalan dan Kiai Bisri Syansuri dan juga ada ulama-ulama lain," ujar Gus Ipul.
(jon)
Lihat Juga :