MKD Tolak Pengunduran Diri Rahayu Saraswati, Stalino Ungkap Sepak Terjang Mbak Saraswati
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 20:40 WIB
loading...
Tokoh pemuda nasional Stalino Saerang. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Putusan Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD ) DPR yang menolak pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari keanggotaan DPR Fraksi Gerindra periode 2024-2029 dinilai tepat. Dukungan kuat pun hadir dari tokoh pemuda nasional Stalino Saerang.
"Dukungan ini bukan menjadi suatu tren ikut-ikutan semata, tapi melihat sepak terjang keseharian Mbak Saraswati dan tanggung jawab sebagai anggota dewan yang harus diselesaikan, bahwa masih banyak pekerjaan dan problematika yang harus beliau selesaikan baik di dapil beliau pada khususnya dan masyarakat pada umumnya," kata Stalino Saerang, Jumat (31/10/2025).
Dia mengatakan, amanah dan kepercayaan sebagai anggota dewan menjadi ajang pembuktian diri melalui karya, usaha, dan kerja keras yang terbaik bagi masyarakat karena tidak ada manusia yang sempurna.
Baca juga: Tolak Pengunduran Diri, MKD Putuskan Rahayu Saraswati Tetap Anggota DPR
“Tetapi yang harus disadari adalah bagaimana dapat menerima kritik dan bangkit dari kesalahan menyusul hasil keputusan MKD DPR RI yang menolak pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari posisinya sebagai anggota DPR,” kata Stalino yang juga menjabat sebagai Generasi Muda Keluarga Besar FKPPI ini.
Menurut dia, hanya sedikit tokoh politisi perempuan yang punya kapasitas dan kepedulian terhadap isu kesetaraan gender, peningkatan pendidikan dan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, terhadap kejahatan perdagangan orang dan kejahatan seksualitas, serta isu kepemudaan.
“Bahwa sosok Mbak Saraswati ini menjadi tokoh muda yang dapat menjembatani komunikasi antara generasi muda dengan berbagai pejabat pembuat kebijakan,” jelasnya.
Di sisi lainnya, kata dia, secara organisasi Generasi Muda Generasi Muda Keluarga Besar FKPPI dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda menegaskan sikap sudah saatnya generasi muda diberikan kepercayaan pada ruang-ruang politik dan publik, kemajuan zaman, dan teknologi harus diiringi dengan regenerasi dan kaderisasi politik dengan memperhatikan visi besar Indonesia untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.
Dia melanjutkan, jangan sampai bonus demografi usia muda menjadi beban demografi karena ketidakpedulian dari pemegang kebijakan dan menjadi tantangan nyata dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Komunikasi dalam ruang dialog dan musyawarah mencari solusi bersama adalah jati diri masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika, yang harus selalu dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Stalino yang juga mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Umum KNPI ini.
"Dukungan ini bukan menjadi suatu tren ikut-ikutan semata, tapi melihat sepak terjang keseharian Mbak Saraswati dan tanggung jawab sebagai anggota dewan yang harus diselesaikan, bahwa masih banyak pekerjaan dan problematika yang harus beliau selesaikan baik di dapil beliau pada khususnya dan masyarakat pada umumnya," kata Stalino Saerang, Jumat (31/10/2025).
Dia mengatakan, amanah dan kepercayaan sebagai anggota dewan menjadi ajang pembuktian diri melalui karya, usaha, dan kerja keras yang terbaik bagi masyarakat karena tidak ada manusia yang sempurna.
Baca juga: Tolak Pengunduran Diri, MKD Putuskan Rahayu Saraswati Tetap Anggota DPR
“Tetapi yang harus disadari adalah bagaimana dapat menerima kritik dan bangkit dari kesalahan menyusul hasil keputusan MKD DPR RI yang menolak pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari posisinya sebagai anggota DPR,” kata Stalino yang juga menjabat sebagai Generasi Muda Keluarga Besar FKPPI ini.
Menurut dia, hanya sedikit tokoh politisi perempuan yang punya kapasitas dan kepedulian terhadap isu kesetaraan gender, peningkatan pendidikan dan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, terhadap kejahatan perdagangan orang dan kejahatan seksualitas, serta isu kepemudaan.
“Bahwa sosok Mbak Saraswati ini menjadi tokoh muda yang dapat menjembatani komunikasi antara generasi muda dengan berbagai pejabat pembuat kebijakan,” jelasnya.
Di sisi lainnya, kata dia, secara organisasi Generasi Muda Generasi Muda Keluarga Besar FKPPI dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda menegaskan sikap sudah saatnya generasi muda diberikan kepercayaan pada ruang-ruang politik dan publik, kemajuan zaman, dan teknologi harus diiringi dengan regenerasi dan kaderisasi politik dengan memperhatikan visi besar Indonesia untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.
Dia melanjutkan, jangan sampai bonus demografi usia muda menjadi beban demografi karena ketidakpedulian dari pemegang kebijakan dan menjadi tantangan nyata dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Komunikasi dalam ruang dialog dan musyawarah mencari solusi bersama adalah jati diri masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika, yang harus selalu dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Stalino yang juga mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Umum KNPI ini.
(rca)
Lihat Juga :