Refleksi Sumpah Pemuda, Zulhas: Persatuan dan Optimisme Kunci Indonesia Maju
Rabu, 29 Oktober 2025 - 22:24 WIB
loading...
Zukifli Hasan saat diskusi bertema Sudut Pandang: Refleksi Sumpah Pemuda yang digelar di Jakarta, Selasa (28/10/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak generasi muda Indonesia untuk meneguhkan semangat persatuan dan menumbuhkan optimisme dalam membangun bangsa. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan “Sudut Pandang: Refleksi Sumpah Pemuda” yang digelar di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Zulhas menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman sebagai fondasi membangun Indonesia yang kuat.
Baca juga: Sumpah Pemuda, Prabowo: Kekuatan dan Masa Depan Ada di Tangan Pemuda
“PAN itu logonya matahari. Matahari tidak pernah membeda-bedakan siapa pun. Yang penting kita ingin membuat Indonesia maju, ingin berbuat yang terbaik untuk Merah Putih. Kita tidak harus sama, tapi kita punya cita-cita perjuangan yang sama. Mari berbuat yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.
Dia juga menyerukan pentingnya optimisme dalam menghadapi tantangan bangsa, mencontohkan keberhasilan Indonesia menekan impor beras hingga nol pada tahun ini sebagai simbol kemandirian nasional dan bukti nyata semangat gotong royong.
"Tahun lalu kita impor 4,5 juta ton, tahun ini nol, bahkan surplus empat juta ton. Kita bisa! Saudara-saudara, kita mesti optimistis, kita bisa,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan ini.
Baca juga: 10 Ucapan Sumpah Pemuda untuk Dibagikan di Grup WhatsApp Keluarga dan Kantor
Sekjen PAN Eko Hendro Purnomo menegaskan bahwa pihaknya merupakan rumah bagi gagasan, ide, dan aspirasi anak muda, serta mengajak generasi muda turut aktif mengisi ruang publik dengan gagasan yang produktif dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum GMNI Risyad Fahlevi menilai Sumpah Pemuda merupakan hasil kristalisasi panjang gerakan kaum muda Indonesia. Ia menyebut, pada kongkres 1926 dan 1928, organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah telah meletakkan dasar perjuangan, termasuk isu kesetaraan gender dan pendidikan dalam konteks kebangsaan.
Zulhas menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman sebagai fondasi membangun Indonesia yang kuat.
Baca juga: Sumpah Pemuda, Prabowo: Kekuatan dan Masa Depan Ada di Tangan Pemuda
“PAN itu logonya matahari. Matahari tidak pernah membeda-bedakan siapa pun. Yang penting kita ingin membuat Indonesia maju, ingin berbuat yang terbaik untuk Merah Putih. Kita tidak harus sama, tapi kita punya cita-cita perjuangan yang sama. Mari berbuat yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.
Dia juga menyerukan pentingnya optimisme dalam menghadapi tantangan bangsa, mencontohkan keberhasilan Indonesia menekan impor beras hingga nol pada tahun ini sebagai simbol kemandirian nasional dan bukti nyata semangat gotong royong.
"Tahun lalu kita impor 4,5 juta ton, tahun ini nol, bahkan surplus empat juta ton. Kita bisa! Saudara-saudara, kita mesti optimistis, kita bisa,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan ini.
Baca juga: 10 Ucapan Sumpah Pemuda untuk Dibagikan di Grup WhatsApp Keluarga dan Kantor
Sekjen PAN Eko Hendro Purnomo menegaskan bahwa pihaknya merupakan rumah bagi gagasan, ide, dan aspirasi anak muda, serta mengajak generasi muda turut aktif mengisi ruang publik dengan gagasan yang produktif dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum GMNI Risyad Fahlevi menilai Sumpah Pemuda merupakan hasil kristalisasi panjang gerakan kaum muda Indonesia. Ia menyebut, pada kongkres 1926 dan 1928, organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah telah meletakkan dasar perjuangan, termasuk isu kesetaraan gender dan pendidikan dalam konteks kebangsaan.
(shf)
Lihat Juga :