Kemenag-LPDP Kolaborasi Dukung Pendanaan Riset Melalui MoRA The Air Funds
Rabu, 29 Oktober 2025 - 21:56 WIB
loading...
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Sahiron menjelaskan tentang program kolaborasi dengan LPDP,yakni Mora The Air Funds Program di Jakarta. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendukung pendanaan riset melalui Ministry of Religious Affairs The Awakened Indonesia Research Funds Program (Mora The Air Funds Program). Program ini merupakan pendanaan riset Indonesia Bangkit Kemenag.
"SDM menjadi kata kunci agar Indonesia tetap eksis dapat bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia. Riset menjadi hal yang strategis untuk menjadi arus utama dalam rangka menjamin tumbuhnya SDM berkualitas dan berdaya saing," kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron di Jakarta, dikutip Rabu (29/10/2025).
Baca juga; Apa Itu Asta Protas, Menag: Isinya Program Kemenag Berdampak
Program pendanaan riset ini melalui skema pendanaan dari LPDP, atas permintaan atau mandatori (penugasan) menteri yang menyelenggarakan tugas pemerintah di bidang keagamaan. Secara teknis, MoRA The Air Funds Program ditangani oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
"Program ini menjadi terobosan penting bagi Kementerian Agama RI dalam kerangka menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan, Keagamaan dan kebangsaan berbasis riset. Lahirnya program ini didasarkan pada pertimbangan atas tantangan dunia Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) dan Ma’had Aly, yang kian hari kian komplek. Tidak saja masalah perluasan akses, tetapi juga peningkatan mutu dan daya saing," ungkap Prof Sahiron.
Penelitian atau riset, lanjut dia, telah lama dikembangkan oleh Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dan Ma’had Aly, baik sekala nasional maupun internasional. Mengangkat berbagai tema-tema penting yang inovatif dan berkontribusi menyelesaikan problem-problem kebangsaan dan dunia global.
Baca juga: DPR-Pemerintah Sepakat Biaya Haji 2026 Rp87 Juta, Jemaah Bayar Rp54,1 Juta
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya riset melalui penerapan dan pengembangan riset yang kontributif bagi keilmuan, masyarakat dan daya saing bangsa. Selanjutnya meningkatkan akselerasi sumber daya riset di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan dan Ma’had Aly. Selain itu, memperbanyak hasil riset dalam bentuk publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, paten dan kekayaan intelektual lainnya, dan/atau naskah akademik untuk dijadikan sebagai bahan pengambilan kebijakan publik.
Dijumpai terpisah, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori menjelaskan, Selama tiga tahun (2024-2026) Kemenag mendapat amanah dari LPDP masing-masing dalam satu tahun Rp50 miliar. Pada tahun anggaran 2024, telah mendanai 47 tema penelitian, dengan 201 periset yang berasal dari 20 PTK dan 1 Fakultas Agama Islam (FAI) pada PTU.
‘’Ke depan diharapkan LPDP memberikan alokasi anggaran yang lebih besar, mengingat jumlah PTK di bawah Kemenag mencapai 1.000 perguruan tinggi dengan jumlah dosen puluhan ribu. Hal ini menjadi Langkah strategis menguatkan riset-riset inovatif di bidang Keagamaan, sosial humaniora dan juga tentu sains dan teknologi,’’ tandas Ruchman Basori.
Ia menjelaskan, ada empat tema prioritas yang menjadi fokus utama program MoRA The AIR Funds, yaitu Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Ekonomi dan Lingkungan, serta Kebijakan Layanan Pendidikan dan Keagamaan.
"SDM menjadi kata kunci agar Indonesia tetap eksis dapat bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia. Riset menjadi hal yang strategis untuk menjadi arus utama dalam rangka menjamin tumbuhnya SDM berkualitas dan berdaya saing," kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron di Jakarta, dikutip Rabu (29/10/2025).
Baca juga; Apa Itu Asta Protas, Menag: Isinya Program Kemenag Berdampak
Program pendanaan riset ini melalui skema pendanaan dari LPDP, atas permintaan atau mandatori (penugasan) menteri yang menyelenggarakan tugas pemerintah di bidang keagamaan. Secara teknis, MoRA The Air Funds Program ditangani oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
"Program ini menjadi terobosan penting bagi Kementerian Agama RI dalam kerangka menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan, Keagamaan dan kebangsaan berbasis riset. Lahirnya program ini didasarkan pada pertimbangan atas tantangan dunia Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) dan Ma’had Aly, yang kian hari kian komplek. Tidak saja masalah perluasan akses, tetapi juga peningkatan mutu dan daya saing," ungkap Prof Sahiron.
Penelitian atau riset, lanjut dia, telah lama dikembangkan oleh Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dan Ma’had Aly, baik sekala nasional maupun internasional. Mengangkat berbagai tema-tema penting yang inovatif dan berkontribusi menyelesaikan problem-problem kebangsaan dan dunia global.
Baca juga: DPR-Pemerintah Sepakat Biaya Haji 2026 Rp87 Juta, Jemaah Bayar Rp54,1 Juta
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya riset melalui penerapan dan pengembangan riset yang kontributif bagi keilmuan, masyarakat dan daya saing bangsa. Selanjutnya meningkatkan akselerasi sumber daya riset di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan dan Ma’had Aly. Selain itu, memperbanyak hasil riset dalam bentuk publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, paten dan kekayaan intelektual lainnya, dan/atau naskah akademik untuk dijadikan sebagai bahan pengambilan kebijakan publik.
Dijumpai terpisah, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori menjelaskan, Selama tiga tahun (2024-2026) Kemenag mendapat amanah dari LPDP masing-masing dalam satu tahun Rp50 miliar. Pada tahun anggaran 2024, telah mendanai 47 tema penelitian, dengan 201 periset yang berasal dari 20 PTK dan 1 Fakultas Agama Islam (FAI) pada PTU.
‘’Ke depan diharapkan LPDP memberikan alokasi anggaran yang lebih besar, mengingat jumlah PTK di bawah Kemenag mencapai 1.000 perguruan tinggi dengan jumlah dosen puluhan ribu. Hal ini menjadi Langkah strategis menguatkan riset-riset inovatif di bidang Keagamaan, sosial humaniora dan juga tentu sains dan teknologi,’’ tandas Ruchman Basori.
Ia menjelaskan, ada empat tema prioritas yang menjadi fokus utama program MoRA The AIR Funds, yaitu Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Ekonomi dan Lingkungan, serta Kebijakan Layanan Pendidikan dan Keagamaan.
(shf)
Lihat Juga :