Komunitas Muslim Berutang Budi Kepada Zohran Mamdani
Senin, 27 Oktober 2025 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Zohran Mamdani, Sang Pendobrak
Keadaan yang masih terus menakutkan Komunitas Muslim itu menjadikan pihak-pihak yang anti Islam dan Muslim, termasuk para politisi opportunis, memakai tragedi 9/11 sebagai senjata untuk semakin menyudutkan Islam dan Komunitas Muslim. Dan seringkali Komunitas Muslim menjadi defensif, bahkan diam menerima seolah itu memang takdir yang Allah telah tetapkan.
Sekitar 6 tahun lalu, seorang anak muda dengan gagah berani maju menjadi anggota DPRD New York. Dan tanpa ragu mengenalkan diri sebagai Muslim yang bangga dengan keyakinannya. Politisi muda dan baru itu mengalahkan incumben yang konon kabarnya telah berkali-kali terpilih mewakili dapil tersebut. Dia adalah Zohran Mamdani, seorang imigran yang datang ke negara ini di saat berumur 7 tahun. Keturunan Asia Selatan dan kelahiran Afrika (Uganda).
Keberhasilan Zohran memenangkan pilihan DPRD State New York tidak menjadikannya puas dan berhenti. Sekitar setahun lalu, dia memulai langkah mulianya untuk maju dalam pemilihan walikota New York. Ketika itu popularitasnya kurang dari 2%. Tapi keinginan kuat, kerja keras dan pengalaman organisasinya menjadikannya berhasil menenangkan Democratic primary election Juni lalu.
Dari sekian banyak yang membanggakan dari Zohran Mamdani, dia adalah sosok yang berani, jujur, tak goyah dengan terpaan tantangan. Sejak awal memulai kampanye pemilihannya Zohran telah mengkampanyekan diri sebagai “the first Muslim candidate for NYC Mayor”. Hal yang oleh sebagian yang selama ini ketakutan dan bersembunyi di bawah bayang-bayang (under the shadow) dianggap menjadi penghalang dan bahkan berbahaya bagi Zohran.
Dan benar, majunya Zohran Mamdani tanpa ragu, ditambah lagi penentangannya kepada negara penjajah yang melakukan genosida di Gaza (Israel) dijadikan senjata oleh lawan-lawan politiknya untuk menjegalnya. Penentangan terbuka Zohran kepada Zionisme dan genosida Gaza dijadikan alasan oleh lawan-lawan untuk menudingnya sebagai anti Yahudi (antisemitic). Tidak tanggung-tanggung seorang Rabbi Yahudi yang “prominent”di Kota New York menyebut Zohran sebagai “ancaman kepada keselamatan Komunitas Yahudi New York”. Bahkan lebih 600 Yahudi menanda tangani sebuah petisi penolakan kepada Zohran. Semua ini dengan sigap ditangkap oleh Cuomo untuk dijadikan senjata kampanye.
Keadaan yang masih terus menakutkan Komunitas Muslim itu menjadikan pihak-pihak yang anti Islam dan Muslim, termasuk para politisi opportunis, memakai tragedi 9/11 sebagai senjata untuk semakin menyudutkan Islam dan Komunitas Muslim. Dan seringkali Komunitas Muslim menjadi defensif, bahkan diam menerima seolah itu memang takdir yang Allah telah tetapkan.
Sekitar 6 tahun lalu, seorang anak muda dengan gagah berani maju menjadi anggota DPRD New York. Dan tanpa ragu mengenalkan diri sebagai Muslim yang bangga dengan keyakinannya. Politisi muda dan baru itu mengalahkan incumben yang konon kabarnya telah berkali-kali terpilih mewakili dapil tersebut. Dia adalah Zohran Mamdani, seorang imigran yang datang ke negara ini di saat berumur 7 tahun. Keturunan Asia Selatan dan kelahiran Afrika (Uganda).
Keberhasilan Zohran memenangkan pilihan DPRD State New York tidak menjadikannya puas dan berhenti. Sekitar setahun lalu, dia memulai langkah mulianya untuk maju dalam pemilihan walikota New York. Ketika itu popularitasnya kurang dari 2%. Tapi keinginan kuat, kerja keras dan pengalaman organisasinya menjadikannya berhasil menenangkan Democratic primary election Juni lalu.
Dari sekian banyak yang membanggakan dari Zohran Mamdani, dia adalah sosok yang berani, jujur, tak goyah dengan terpaan tantangan. Sejak awal memulai kampanye pemilihannya Zohran telah mengkampanyekan diri sebagai “the first Muslim candidate for NYC Mayor”. Hal yang oleh sebagian yang selama ini ketakutan dan bersembunyi di bawah bayang-bayang (under the shadow) dianggap menjadi penghalang dan bahkan berbahaya bagi Zohran.
Dan benar, majunya Zohran Mamdani tanpa ragu, ditambah lagi penentangannya kepada negara penjajah yang melakukan genosida di Gaza (Israel) dijadikan senjata oleh lawan-lawan politiknya untuk menjegalnya. Penentangan terbuka Zohran kepada Zionisme dan genosida Gaza dijadikan alasan oleh lawan-lawan untuk menudingnya sebagai anti Yahudi (antisemitic). Tidak tanggung-tanggung seorang Rabbi Yahudi yang “prominent”di Kota New York menyebut Zohran sebagai “ancaman kepada keselamatan Komunitas Yahudi New York”. Bahkan lebih 600 Yahudi menanda tangani sebuah petisi penolakan kepada Zohran. Semua ini dengan sigap ditangkap oleh Cuomo untuk dijadikan senjata kampanye.
Lihat Juga :