Pria Asal Bogor Jadi Korban Sindikat Penipuan Online Kamboja, Masih Diteror Pesan Ancaman
Minggu, 26 Oktober 2025 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Terlebih, Firman mengaku sangat keterbatasan biaya untuk memenuhi kebutuhan anaknya selama di Kamboja. Karena, anaknya masih membutuhkan biaya untuk penginapan hotel yang ternyata tidak ditanggung pihak KBRI.
“Katanya proses urus berkas lama bisa sampai enam bulan dan tidak ada tempat tinggal. Kami harus cari biaya sendiri untuk F menginap, makan juga biaya tiket di hotel sekitar KBRI, sedangkan kami orang tua tidak punya uang untuk biaya itu,” tuturnya.
“Kami hanya orang biasa yang sehari-hari biaya cukup hanya buat makan. Kami mohon bantuannya untuk masalah kami ini,” imbuh Firman.
Kendati telah berada di bawah perlindungan KBRI Phnom Penh, para sindikat masih memberikan ancaman kepada korban. Dari bukti tangkapan layar yang diperlihatkan Firman, dari anaknya tertulis lewat pesan WhatsApp dengan nomor yang tidak dikenali.
“B******n, sampe indo gak bakal idup tenang lu setan. Lu di mana, lu mau balik atau gua kejar sampe indo? Balik gak lu ke Mess," demikian pesan teror tersebut.
“Katanya proses urus berkas lama bisa sampai enam bulan dan tidak ada tempat tinggal. Kami harus cari biaya sendiri untuk F menginap, makan juga biaya tiket di hotel sekitar KBRI, sedangkan kami orang tua tidak punya uang untuk biaya itu,” tuturnya.
“Kami hanya orang biasa yang sehari-hari biaya cukup hanya buat makan. Kami mohon bantuannya untuk masalah kami ini,” imbuh Firman.
Kendati telah berada di bawah perlindungan KBRI Phnom Penh, para sindikat masih memberikan ancaman kepada korban. Dari bukti tangkapan layar yang diperlihatkan Firman, dari anaknya tertulis lewat pesan WhatsApp dengan nomor yang tidak dikenali.
“B******n, sampe indo gak bakal idup tenang lu setan. Lu di mana, lu mau balik atau gua kejar sampe indo? Balik gak lu ke Mess," demikian pesan teror tersebut.
(rca)
Lihat Juga :