Pria Asal Bogor Jadi Korban Sindikat Penipuan Online Kamboja, Masih Diteror Pesan Ancaman
Minggu, 26 Oktober 2025 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pengakuan Wanita Korban Sindikat Penipuan di Kamboja: Disetrum Setiap Hari
Bahkan, lanjut Firman, awalnya tidak memiliki kecurigaan, karena selama satu bulan di Singapura bekerja benar di sebuah perusahaan. Namun tiba-tiba komunikasi dengan Firman terputus pada Jumat (17/10/2025).
“Di Singapura ditawari kerja di perkantoran. Sampai sana iya benar kerja di perkantoran sebagai customer service,” terangnya.
Namun itu semua berubah ketika korban diajak oleh temannya untuk pergi naik pesawat. Sampai akhirnya, dia tersadar tiba di Kamboja yang selang satu hari langsung diculik di depan toko roti hingga dibawa secara paksa ke perbatasan Kamboja - Vietnam di kota Bavet.
Baca juga: 97 WNI Kabur dari Perusahaan Online Scam Kamboja, 4 Ditahan Polisi
“Korban belum sadar sampai dia sampai di sebuah toko dan besoknya dia diculik di depan toko itu dan disandera dan dijadikan pekerja paksa untuk penipuan online,” tutur dia.
Atas kejadian yang menimpa anaknya, Firman berharap KBRI bisa segera membantu pemulangan anaknya. Karena meski telah ada di bawah perlindungan, nasib anaknya masih sangat riskan dengan teror yang dilayangkan para sindikat.
Bahkan, lanjut Firman, awalnya tidak memiliki kecurigaan, karena selama satu bulan di Singapura bekerja benar di sebuah perusahaan. Namun tiba-tiba komunikasi dengan Firman terputus pada Jumat (17/10/2025).
“Di Singapura ditawari kerja di perkantoran. Sampai sana iya benar kerja di perkantoran sebagai customer service,” terangnya.
Namun itu semua berubah ketika korban diajak oleh temannya untuk pergi naik pesawat. Sampai akhirnya, dia tersadar tiba di Kamboja yang selang satu hari langsung diculik di depan toko roti hingga dibawa secara paksa ke perbatasan Kamboja - Vietnam di kota Bavet.
Baca juga: 97 WNI Kabur dari Perusahaan Online Scam Kamboja, 4 Ditahan Polisi
“Korban belum sadar sampai dia sampai di sebuah toko dan besoknya dia diculik di depan toko itu dan disandera dan dijadikan pekerja paksa untuk penipuan online,” tutur dia.
Atas kejadian yang menimpa anaknya, Firman berharap KBRI bisa segera membantu pemulangan anaknya. Karena meski telah ada di bawah perlindungan, nasib anaknya masih sangat riskan dengan teror yang dilayangkan para sindikat.
Lihat Juga :