Pakar Kebijakan Publik: Saatnya MBG Diperkuat dengan Edukasi
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi KHLS (Kelayakan Higienis, Legal, dan Standar) serta sertifikasi halal yang harus dipermudah dan disubsidi oleh pemerintah.
“Banyak dapur di daerah belum bisa sertifikasi karena biaya tinggi. Ini harus menjadi perhatian BPJPH dan pemerintah pusat,” katanya.
MBG ke depan tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Saat ini program baru menjangkau sekitar 50 juta penerima manfaat dari total 82 juta target nasional.
Selain itu, kata Trubus, digitalisasi harus segera diterapkan dalam tata kelola MBG. Itu penting untuk mempercepat distribusi, memantau kualitas makanan, serta mencegah risiko seperti keterlambatan dan insiden keamanan pangan.
“Dengan sistem berbasis data, setiap tahapan dari dapur, distribusi, hingga konsumsi dapat diawasi secara real time,” ungkapnya.
Trubus menutup dengan optimisme bahwa Program MBG adalah investasi besar masa depan bangsa. “Kalau anak-anak kita tumbuh dengan gizi baik, mereka akan menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Itulah modal menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
“Banyak dapur di daerah belum bisa sertifikasi karena biaya tinggi. Ini harus menjadi perhatian BPJPH dan pemerintah pusat,” katanya.
MBG ke depan tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Saat ini program baru menjangkau sekitar 50 juta penerima manfaat dari total 82 juta target nasional.
Selain itu, kata Trubus, digitalisasi harus segera diterapkan dalam tata kelola MBG. Itu penting untuk mempercepat distribusi, memantau kualitas makanan, serta mencegah risiko seperti keterlambatan dan insiden keamanan pangan.
“Dengan sistem berbasis data, setiap tahapan dari dapur, distribusi, hingga konsumsi dapat diawasi secara real time,” ungkapnya.
Trubus menutup dengan optimisme bahwa Program MBG adalah investasi besar masa depan bangsa. “Kalau anak-anak kita tumbuh dengan gizi baik, mereka akan menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Itulah modal menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :