HMI Desak Pemerintah Berantas Mafia Penyelenggaran Ibadah Haji
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 09:58 WIB
loading...
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya mendesak pemerintah memberantas mafia penyelenggaraan ibadah haji. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya menyampaikan sikap tegas terhadap dugaan praktik mafia haji dan skandal korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji.
HMI menilai dugaan keterlibatan oknum pejabat di kementerian serta sejumlah perusahaan penyedia layanan haji mencerminkan rusaknya tata kelola dan hilangnya integritas dalam pelaksanaan ibadah suci umat Islam tersebut.
Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya, Ali Loilatu, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral generasi muda Islam untuk menjaga kesucian ibadah haji dari praktik-praktik kotor dan koruptif.
Baca juga: HMI MPO Dorong Percepatan Reformasi Nasional
“Ibadah haji adalah ibadah suci, bukan proyek ekonomi. Kami menuntut pemerintah bersikap tegas tanpa kompromi terhadap mafia haji, siapa pun yang terlibat,” kata Ali, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Dalam pernyataannya, HMI Cabang Jakarta Raya mengajukan sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah yakni, membentuk tim investigasi independen guna mengungkap seluruh jaringan mafia haji, termasuk oknum pejabat kementerian yang terlibat di dalamnya.
Baca juga: Usut Kerugian Negara dalam Kasus Kuota Haji, KPK Periksa 300 Lebih PIHK
“Batalkan kerja sama dengan dua syarikah karena diduga terlibat dalam skandal korupsi haji dan gagal memberikan pelayanan yang layak kepada jemaah Indonesia. HMI meminta pemerintah segera memutus kerja sama dan memproses hukum seluruh pihak yang bertanggung jawab,” katanya.
HMI menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk bersama-sama mengawal penegakan keadilan dan memastikan transparansi dalam pengelolaan ibadah haji. “Pemerintah harus hadir, memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah, dan menegakkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keadilan,” ucapnya.
HMI menilai dugaan keterlibatan oknum pejabat di kementerian serta sejumlah perusahaan penyedia layanan haji mencerminkan rusaknya tata kelola dan hilangnya integritas dalam pelaksanaan ibadah suci umat Islam tersebut.
Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya, Ali Loilatu, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral generasi muda Islam untuk menjaga kesucian ibadah haji dari praktik-praktik kotor dan koruptif.
Baca juga: HMI MPO Dorong Percepatan Reformasi Nasional
“Ibadah haji adalah ibadah suci, bukan proyek ekonomi. Kami menuntut pemerintah bersikap tegas tanpa kompromi terhadap mafia haji, siapa pun yang terlibat,” kata Ali, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Dalam pernyataannya, HMI Cabang Jakarta Raya mengajukan sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah yakni, membentuk tim investigasi independen guna mengungkap seluruh jaringan mafia haji, termasuk oknum pejabat kementerian yang terlibat di dalamnya.
Baca juga: Usut Kerugian Negara dalam Kasus Kuota Haji, KPK Periksa 300 Lebih PIHK
“Batalkan kerja sama dengan dua syarikah karena diduga terlibat dalam skandal korupsi haji dan gagal memberikan pelayanan yang layak kepada jemaah Indonesia. HMI meminta pemerintah segera memutus kerja sama dan memproses hukum seluruh pihak yang bertanggung jawab,” katanya.
HMI menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk bersama-sama mengawal penegakan keadilan dan memastikan transparansi dalam pengelolaan ibadah haji. “Pemerintah harus hadir, memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah, dan menegakkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keadilan,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :