Ubedilah Badrun Kritik Aktivis yang Ada di Kekuasaan: Gagal Menjadi Penyambung Lidah
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Ubed, yang merusak generasi muda adalah elite kekuasaan. Elite sengaja menciptakan kelompok tertentu dan memecah anak-anak muda dan merusak idealisme anak-anak muda.
"Ngeri ini. Watak anak muda itu sebagian sangat pragmatis. Meskipun saya masih punya harapan ada teman-teman mahasiswa yang punya idealisme yang bagus. Nah, kelompok-kelompok yang masih punya tradisi intelektual yang bagus ini, menurut saya berpotensi besar untuk semacam memimpin agenda perubahan Indonesia versinya Gen Z. Itu sangat mungkin," jelasnya.
Ubed mengatakan, proses-proses di kalangan pemimpin mahasiswa mulai terjadi dan mereka mulai menggelar diskusi di kampus-kampus. Ada transfer of knowledge dan transfer of value juga.
"Meskipun dalam logika politik itu mirip floating mass, massa mengambang itu akan ngikut aja. Jadi, kalau pemimpin mahasiswa yang berjejaring ini mampu membangun konsolidasi dan soliditas yang baik, itu mereka-mereka yang ada di bawah mahasiswa ini akan ikut. Jadi, tergantung pemimpin mahasiswa, apakah mereka akan ikut perubahan bersama-sama dengan mahasiswa yang tadi saya sebut sebagai floating mass, itu saya kira memungkinkan."
Namun, Ubed mengaku masih ada harapan terkait masa depan Indonesia. "Karena itu, kenapa saya ada masih ada hope? Karena saya masih melihat ada 27 persen anak bangsa ini yang masih punya mimpi besar tentang Republik ini," ujarnya.
"Ngeri ini. Watak anak muda itu sebagian sangat pragmatis. Meskipun saya masih punya harapan ada teman-teman mahasiswa yang punya idealisme yang bagus. Nah, kelompok-kelompok yang masih punya tradisi intelektual yang bagus ini, menurut saya berpotensi besar untuk semacam memimpin agenda perubahan Indonesia versinya Gen Z. Itu sangat mungkin," jelasnya.
Ubed mengatakan, proses-proses di kalangan pemimpin mahasiswa mulai terjadi dan mereka mulai menggelar diskusi di kampus-kampus. Ada transfer of knowledge dan transfer of value juga.
"Meskipun dalam logika politik itu mirip floating mass, massa mengambang itu akan ngikut aja. Jadi, kalau pemimpin mahasiswa yang berjejaring ini mampu membangun konsolidasi dan soliditas yang baik, itu mereka-mereka yang ada di bawah mahasiswa ini akan ikut. Jadi, tergantung pemimpin mahasiswa, apakah mereka akan ikut perubahan bersama-sama dengan mahasiswa yang tadi saya sebut sebagai floating mass, itu saya kira memungkinkan."
Namun, Ubed mengaku masih ada harapan terkait masa depan Indonesia. "Karena itu, kenapa saya ada masih ada hope? Karena saya masih melihat ada 27 persen anak bangsa ini yang masih punya mimpi besar tentang Republik ini," ujarnya.
Lihat Juga :