Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Penilaian Positif Tembus 77,5% Versi Riset IDSIGHT
Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Penilaian positif terhadap Gibran kini bertengger pada angka 75,8%, di mana penilaian negatif sebesar 15,6% dan sisanya netral. “Publik memberikan nilai positif sebesar 77,5% terhadap kinerja Presiden Prabowo saat memasuki usia setahun pemerintahan,” ujar Direktur Komunikasi IDSIGHT Johan Santosa di Jakarta, pada Kamis (23/10/2025).
Prabowo bergerak cepat menggulirkan sejumlah program prioritas yang menjadi bagian dari janji kampanye, di antaranya yang paling menonjol adalah makan bergizi gratis (MBG). Prabowo resmi meluncurkan program MBG terhitung sejak 6 Januari 2025.
Hingga Oktober 2025, jumlah penerima manfaat MBG yang menyasar dari tingkat PAUD, SD, sampai SMA serta ibu hamil, menyusui, dan balita menembus 35 juta orang. Program tersebut berjalan dengan beroperasinya 12.189 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Diharapkan terjadi percepatan pemerataan akses gizi di seluruh Indonesia demi mengatasi gizi buruk dan prevalensi stunting yang masih tinggi. Program MBG juga diyakini akan memutar roda ekonomi di tingkat lokal khususnya bagi petani dan UMKM, serta menyerap tenaga kerja.
Dalam perjalanannya, merebaknya kasus keracunan makanan menjadi sorotan publik hingga muncul desakan agar program MBG dihentikan. “Sejumlah kalangan mengusulkan anggaran MBG dialihkan untuk pendidikan, sebagai gantinya orang tua diberikan uang tunai,” ujar Johan.
Tetapi seiring banyak yang telah merasakan manfaat meminta agar program MBG dilanjutkan, dengan dilakukan evaluasi dan perbaikan. “Banyak relawan dan pekerja dapur SPPG yang telah menikmati berkah dengan terciptanya lapangan kerja dan ada penghasilan,” tuturnya.
Prabowo bergerak cepat menggulirkan sejumlah program prioritas yang menjadi bagian dari janji kampanye, di antaranya yang paling menonjol adalah makan bergizi gratis (MBG). Prabowo resmi meluncurkan program MBG terhitung sejak 6 Januari 2025.
Hingga Oktober 2025, jumlah penerima manfaat MBG yang menyasar dari tingkat PAUD, SD, sampai SMA serta ibu hamil, menyusui, dan balita menembus 35 juta orang. Program tersebut berjalan dengan beroperasinya 12.189 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Diharapkan terjadi percepatan pemerataan akses gizi di seluruh Indonesia demi mengatasi gizi buruk dan prevalensi stunting yang masih tinggi. Program MBG juga diyakini akan memutar roda ekonomi di tingkat lokal khususnya bagi petani dan UMKM, serta menyerap tenaga kerja.
Dalam perjalanannya, merebaknya kasus keracunan makanan menjadi sorotan publik hingga muncul desakan agar program MBG dihentikan. “Sejumlah kalangan mengusulkan anggaran MBG dialihkan untuk pendidikan, sebagai gantinya orang tua diberikan uang tunai,” ujar Johan.
Tetapi seiring banyak yang telah merasakan manfaat meminta agar program MBG dilanjutkan, dengan dilakukan evaluasi dan perbaikan. “Banyak relawan dan pekerja dapur SPPG yang telah menikmati berkah dengan terciptanya lapangan kerja dan ada penghasilan,” tuturnya.
Lihat Juga :