Setahun Prabowo-Gibran Banyak Capaian, tapi Masih Ada PR Kepemudaan
Rabu, 22 Oktober 2025 - 22:50 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/10/2025) hari ini tepat 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sejak dilantik tahun lalu. Foto/Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diakui mencatat banyak capaian positif di bidang ekonomi, diplomasi, dan stabilitas politik nasional. Hal tersebut menurut Aktivis Pemuda sekaligus Ketua Perkumpulan Pemuda dan Mahasiswa Ciamis Yuda Nugraha.
Namun, ia menilai masih ada tantangan, terutama soal komunikasi kepemudaan dan kinerja birokrasi. “Kita melihat kesungguhan pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan memperluas pengaruh diplomasi Indonesia. Capaian investasi dan penciptaan lapangan kerja meningkat tajam, ini patut diapresiasi,” kata Yuda dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Dia menilai langkah Prabowo yang merangkul berbagai elemen bangsa menunjukkan kepemimpinan nasionalis yang kuat dan inklusif. Kendati demikian, dia menilai sejumlah program strategis perlu diperkuat, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menghadapi kendala di lapangan.
![Setahun Prabowo-Gibran Banyak Capaian, tapi Masih Ada PR Kepemudaan]()
Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo Dipuji, Program Strategisnya Dianggap Terukur
“Program MBG bagus, tapi perlu sistem pengawasan yang lebih kuat agar manfaatnya tepat sasaran,” tuturnya.
Dia pun menyoroti lemahnya pembinaan dan pemberdayaan kepemudaan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dia melihat selama ini perhatian Kemenpora terhadap pemberdayaan pemuda sangat minim, bahkan terasa jauh dari harapan.
Dia memberikan contoh nyata masih terpecah belahnya organisasi pemuda seperti KNPI. “Semoga kedepan ada perhatian lebih serius dari pemerintah untuk memperbaiki persoalan ini dan membuka forum komunikasi reguler dengan pemuda dan komunitas masyarakat agar aspirasi generasi muda benar-benar terserap,” imbuhnya.
Yuda juga merekomendasikan agar pemerintah mempercepat digitalisasi layanan publik, memperluas pemerataan pembangunan hingga desa. “Pemerintah sudah berada di jalur yang benar. Sekarang waktunya memastikan transparansi, kecepatan, dan keberpihakan kepada rakyat semakin nyata, hal itu bisa dilakukan dengan digitalisasi layanan publik dan pemerataan pembangunan,” pungkasnya.
Namun, ia menilai masih ada tantangan, terutama soal komunikasi kepemudaan dan kinerja birokrasi. “Kita melihat kesungguhan pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan memperluas pengaruh diplomasi Indonesia. Capaian investasi dan penciptaan lapangan kerja meningkat tajam, ini patut diapresiasi,” kata Yuda dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Dia menilai langkah Prabowo yang merangkul berbagai elemen bangsa menunjukkan kepemimpinan nasionalis yang kuat dan inklusif. Kendati demikian, dia menilai sejumlah program strategis perlu diperkuat, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menghadapi kendala di lapangan.

Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo Dipuji, Program Strategisnya Dianggap Terukur
“Program MBG bagus, tapi perlu sistem pengawasan yang lebih kuat agar manfaatnya tepat sasaran,” tuturnya.
Dia pun menyoroti lemahnya pembinaan dan pemberdayaan kepemudaan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dia melihat selama ini perhatian Kemenpora terhadap pemberdayaan pemuda sangat minim, bahkan terasa jauh dari harapan.
Dia memberikan contoh nyata masih terpecah belahnya organisasi pemuda seperti KNPI. “Semoga kedepan ada perhatian lebih serius dari pemerintah untuk memperbaiki persoalan ini dan membuka forum komunikasi reguler dengan pemuda dan komunitas masyarakat agar aspirasi generasi muda benar-benar terserap,” imbuhnya.
Yuda juga merekomendasikan agar pemerintah mempercepat digitalisasi layanan publik, memperluas pemerataan pembangunan hingga desa. “Pemerintah sudah berada di jalur yang benar. Sekarang waktunya memastikan transparansi, kecepatan, dan keberpihakan kepada rakyat semakin nyata, hal itu bisa dilakukan dengan digitalisasi layanan publik dan pemerataan pembangunan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :