PDIP dan Anies Dinilai Saling Jaga Performa Politik
Senin, 14 September 2020 - 08:26 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengkritik keras kebijakan PSBB total yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan . Hasto menyindir langkah 'rem mendadak' Anies yang dinilai tak memperhatikan penderitaan rakyat.
Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti menilai, PDIP dan Anies saling menjaga performa politik. Anies disebutnya terus berpolemik dengan pusat dan secara tidak langsung dengan PDIP sebagai bagian dari upaya menjaga soliditas pendukungnya.
"Anies hanya dapat menjaga soliditas itu dengan terus-menerus menjadikan dirinya berbeda dengan pusat dan dengan sendirinya PDIP. Apalagi, baru saja Anies mendapat terpaan politik kala laporan pertanggungjawaban keuangan Anies ditolak sebagian fraksi di DPR," kata Ray saat dihubungi SINDOnews, Senin (14/9/2020).
(Baca juga: Aktivitas Tetap Berjalan dengan Pembatasan dan Pengetatan ).
Bagi Ray, satu pukulan tersendiri bagi Anies mengingat parpol yang menolak umumnya bukan yang oposan terhadapnya. Uniknya, PDIP malah mendukungnya. Sementara PDIP perlu 'tegur' Anies untuk keperluan yang kurang lebih sama yakni konsolidasi pendukung jelang Pilkada Serentak 2020 ini.
Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti menilai, PDIP dan Anies saling menjaga performa politik. Anies disebutnya terus berpolemik dengan pusat dan secara tidak langsung dengan PDIP sebagai bagian dari upaya menjaga soliditas pendukungnya.
"Anies hanya dapat menjaga soliditas itu dengan terus-menerus menjadikan dirinya berbeda dengan pusat dan dengan sendirinya PDIP. Apalagi, baru saja Anies mendapat terpaan politik kala laporan pertanggungjawaban keuangan Anies ditolak sebagian fraksi di DPR," kata Ray saat dihubungi SINDOnews, Senin (14/9/2020).
(Baca juga: Aktivitas Tetap Berjalan dengan Pembatasan dan Pengetatan ).
Bagi Ray, satu pukulan tersendiri bagi Anies mengingat parpol yang menolak umumnya bukan yang oposan terhadapnya. Uniknya, PDIP malah mendukungnya. Sementara PDIP perlu 'tegur' Anies untuk keperluan yang kurang lebih sama yakni konsolidasi pendukung jelang Pilkada Serentak 2020 ini.
Lihat Juga :