Dosen IPB: Raja Juli Lebih Terbuka dan Saintifik dalam Pengelolaan Lingkungan

Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:38 WIB
loading...
A A A
Dia memberikan contoh pengalaman pribadinya ketika bertemu Raja Juli saat kegiatan pembukaan ring ketiga untuk Badak Sumatera di Way Kambas. Dalam kesempatan itu, ia menyaksikan langsung bagaimana Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu bersikap inklusif dan menghargai pandangan dari berbagai pihak, termasuk tenaga lapangan dan akademisi.

Agil menilai keterbukaan tersebut juga terlihat dari cara Raja Juli berdialog. Agil melihat Raja Juli tidak segan untuk mengakui bila ada hal yang belum diketahuinya dan justru aktif meminta penjelasan dari para ahli.

“Seorang menteri sangat terbuka ketika diskusi dengan sejumlah pihak dan petugas lapangan. Pada saat Pak Raja Juli Antoni tidak tahu, dia mengakui belum tahu mengenai sesuatu hal. Kadang beliau juga meminta penjelasan. Sehingga orang tidak sungkan bertemu dengan beliau,” tuturnya.

Dirinya pun membandingkan suasana itu dengan era sebelumnya di bawah kepemimpinan Menteri Siti Nurbaya. Menurutnya, kala itu pendekatan birokrasi cenderung lebih tertutup dan membuat sebagian pihak merasa enggan berinteraksi langsung. “Berbeda dengan zaman Ibu Siti Nurbaya, orang sungkan mau ketemu,” ungkapnya.

Agil berharap keterbukaan yang ditunjukkan Raja Juli dapat mempercepat transformasi kehutanan menuju tata kelola yang lebih partisipatif dan berbasis riset ilmiah. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan besar konservasi dan perubahan iklim yang dihadapi Indonesia saat ini.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, FAO Sebut RI Mitra Kehutanan Paling Strategis di Dunia
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Rekomendasi
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved