Wamen Stella Bakal Petakan Tambahan Anggaran Beasiswa LPDP
Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:06 WIB
loading...
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie bakal memetakan rencana pemerintah menambah anggaran beasiswa ke LPDP. Foto/Diktisaintek
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie bakal memetakan rencana pemerintah menambah anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal itu disampaikan Stella menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto yang mengungkapkan akan memberikan angin segar bagi para pencari beasiswa dengan menambah anggaran LPDP.
“Ya tindak lanjutnya kita akan langsung memetakan bersama dengan LPDP. Karena memang kami selama ini juga bekerja sama tadi misalnya yang saya bilang bahwa dana riset di bawah Bapak Presiden ini bertambah 218 persen itu salah satunya adalah sumbangan terbesar dari LPDP,” kata Stella dikutip Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Prabowo Ingin Duit Sitaan Korupsi CPO Rp13 Triliun Disimpan untuk LPDP
Stella menjelaskan, anggaran LPDP ini mempunyai dana abadi yang diperuntukkan untuk pendidikan, termasuk pendidikan tinggi dan juga penelitian.
“Jadi kita akan langsung memetakan, karena Bapak (Presiden) ingin mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang sains dan teknologi tapi juga unggul di bidang-bidang lainnya, mana yang sangat diperlukan negara,” ujar dia.
“Misalnya tadi kalau misalnya di bidang teknologi masih kurang, kita bisa membangun beasiswa. Beasiswa ini juga ditujukan bukan saja bagi mahasiswa S1, tapi juga bagi para dosen-dosen kita untuk meningkatkan kompetensi mereka. Lalu juga kita bisa menggunakan dana tadi yang diberikan kepada LPDP karena ada juga dana abadi penelitian di bawah LPDP yang yield-nya itu dipakai oleh Kemendiktisaintek disalurkan langsung ke universitas,” sambung dia.
Baca juga: 5 Negara dan 10 Kampus Favorit Prajurit TNI Penerima Beasiswa LPDP
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subiantomeminta agar sebagian dari uang sitaan Rp13,25 triliun dialihkan untuk memperkuat dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Uang pengganti kerugian negara tersebut terkait kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) terdakwa korporasi.
Permintaan Prabowo kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Kepala Negara menilai, dana hasil pengembalian korupsi sebaiknya dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang, khususnya bagi masa depan pendidikan Indonesia.
“Uang-uang dari sisa efisiensi penghematan uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP, mungkin yang Rp13 triliun, mungkin yang Rp13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung hari ini diserahkan Menteri Keuangan, mungkin Menteri Keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya,” ujar Prabowo.
Kepala Negara mengingatkan pentingnya penguatan dana LPDP agar Indonesia dapat mencetak lebih banyak generasi unggul yang berdaya saing global. Prabowo menyebut, dalam rangka mengejar ketertinggalan soal pendidikan dari negara lain telah ada program Sekolah Garuda.
“Kita mengerti bahwa kita harus mengejar negara-negara lain. Karena itu segala upaya kita akan lakukan untuk mengejar ini, tadi SMA Garuda 10 kita berharap 10 tiap tahun. Dan ini kriterianya sangat tinggi tapi tidak ada masalah saudara-saudara, kita negara besar,” tuturnya.
“Ya tindak lanjutnya kita akan langsung memetakan bersama dengan LPDP. Karena memang kami selama ini juga bekerja sama tadi misalnya yang saya bilang bahwa dana riset di bawah Bapak Presiden ini bertambah 218 persen itu salah satunya adalah sumbangan terbesar dari LPDP,” kata Stella dikutip Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Prabowo Ingin Duit Sitaan Korupsi CPO Rp13 Triliun Disimpan untuk LPDP
Stella menjelaskan, anggaran LPDP ini mempunyai dana abadi yang diperuntukkan untuk pendidikan, termasuk pendidikan tinggi dan juga penelitian.
“Jadi kita akan langsung memetakan, karena Bapak (Presiden) ingin mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang sains dan teknologi tapi juga unggul di bidang-bidang lainnya, mana yang sangat diperlukan negara,” ujar dia.
“Misalnya tadi kalau misalnya di bidang teknologi masih kurang, kita bisa membangun beasiswa. Beasiswa ini juga ditujukan bukan saja bagi mahasiswa S1, tapi juga bagi para dosen-dosen kita untuk meningkatkan kompetensi mereka. Lalu juga kita bisa menggunakan dana tadi yang diberikan kepada LPDP karena ada juga dana abadi penelitian di bawah LPDP yang yield-nya itu dipakai oleh Kemendiktisaintek disalurkan langsung ke universitas,” sambung dia.
Baca juga: 5 Negara dan 10 Kampus Favorit Prajurit TNI Penerima Beasiswa LPDP
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subiantomeminta agar sebagian dari uang sitaan Rp13,25 triliun dialihkan untuk memperkuat dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Uang pengganti kerugian negara tersebut terkait kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) terdakwa korporasi.
Permintaan Prabowo kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Kepala Negara menilai, dana hasil pengembalian korupsi sebaiknya dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang, khususnya bagi masa depan pendidikan Indonesia.
“Uang-uang dari sisa efisiensi penghematan uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP, mungkin yang Rp13 triliun, mungkin yang Rp13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung hari ini diserahkan Menteri Keuangan, mungkin Menteri Keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya,” ujar Prabowo.
Kepala Negara mengingatkan pentingnya penguatan dana LPDP agar Indonesia dapat mencetak lebih banyak generasi unggul yang berdaya saing global. Prabowo menyebut, dalam rangka mengejar ketertinggalan soal pendidikan dari negara lain telah ada program Sekolah Garuda.
“Kita mengerti bahwa kita harus mengejar negara-negara lain. Karena itu segala upaya kita akan lakukan untuk mengejar ini, tadi SMA Garuda 10 kita berharap 10 tiap tahun. Dan ini kriterianya sangat tinggi tapi tidak ada masalah saudara-saudara, kita negara besar,” tuturnya.
(shf)
Lihat Juga :