Setahun Pemerintahan Prabowo, Muncul Rekomendasi Akhiri Kabinet Tambun
Minggu, 19 Oktober 2025 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
"Karena itu, direkomendasikan agar Presiden tidak segan-segan mengganti dan mengurangi jumlah anggota kabinetnya. Apalagi keanggotaannya di kabinet lebih karena representasi partai politik yang nir kompetensi. Yakinlah bahwa rakyat pasti mendukung langkah tersebut," kata Robi.
Baca Juga: Daftar Lengkap Menteri dan Wamen Kabinet Merah Putih setelah Reshuffle 8 Oktober 2025
Di sisi lain, P3M Unas juga menyoroti penggantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa yang telah mendapat apresiasi publik harus dilanjutkan dengan penyempurnaan Tim Ekonomi dalam kabinetnya yang sejalan, bukan yang cenderung bertolak belakang. "Presiden jangan segan mengganti anggota kabinet dan pimpinan lembaga negara yang tidak kompeten dan tidak sejalan," ujar Robi.
Selain itu, P3M Unas juga merekomendasikan perbaikan segera dan menyeluruh yang tepat dan berani atas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menunjukan keberpihakan terhadap rakyat, khususnya generasi muda dan terhadap komitmen investasi masa depan. Karena itu, wajar atas inisiasi MBG telah mendapatkan apresiasi dari kalangan internasional seperti PBB, WHO, Forbes CEO Forum, dan tokoh dunia seperti Bill Gates.
"Namun, inisiasi baik tersebut harus dijalankan dengan sebaik mungkin dengan cara yang profesional dan tim yang profesional. Dalam setahun ini, pelaksanaannya MBG dilihat publik dengan banyak catatan seperti masalah keracunan, gizi yang tidak tercukupi, ketiadaan transparansi penggunaan anggaran, tim pelaksana yang tidak kompeten, cenderung terlihat bagi-bagi proyek terhadap lingkaran dekat, dan lain sebagainya," katanya.
Penyebaran MBG pada daerah yang kurang tepat seperti memperlihatkannya sebagai program kejar target angka dibanding kualitas. Intinya, pelaksanaan setahun ini, MBG belum terlaksana sebagai keinginan Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana janji kampanyenya.
"Oleh karena itu, direkomendasikan agar Presiden jangan segan untuk melakukan perbaikan manajemen yang tepat dan menyeluruh, meski harus memperbaiki atau mengganti tim pelaksana MBG ke arah yang lebih kompeten," ujarnya.
Selain itu, muncul pula rekomendasi reformasi sektor keamanan tuntas dan damai. Adanya tragedi akhir Agustus 2025, telah memberi pesan akan harus adanya perbaikan di sektor keamanan. Hal ini tidak hanya soal perbaikan institusi keamanan dan personil serta kepemimpinannya, melainkan juga soal penataannya.
Baca Juga: Daftar Lengkap Menteri dan Wamen Kabinet Merah Putih setelah Reshuffle 8 Oktober 2025
Di sisi lain, P3M Unas juga menyoroti penggantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa yang telah mendapat apresiasi publik harus dilanjutkan dengan penyempurnaan Tim Ekonomi dalam kabinetnya yang sejalan, bukan yang cenderung bertolak belakang. "Presiden jangan segan mengganti anggota kabinet dan pimpinan lembaga negara yang tidak kompeten dan tidak sejalan," ujar Robi.
Selain itu, P3M Unas juga merekomendasikan perbaikan segera dan menyeluruh yang tepat dan berani atas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menunjukan keberpihakan terhadap rakyat, khususnya generasi muda dan terhadap komitmen investasi masa depan. Karena itu, wajar atas inisiasi MBG telah mendapatkan apresiasi dari kalangan internasional seperti PBB, WHO, Forbes CEO Forum, dan tokoh dunia seperti Bill Gates.
"Namun, inisiasi baik tersebut harus dijalankan dengan sebaik mungkin dengan cara yang profesional dan tim yang profesional. Dalam setahun ini, pelaksanaannya MBG dilihat publik dengan banyak catatan seperti masalah keracunan, gizi yang tidak tercukupi, ketiadaan transparansi penggunaan anggaran, tim pelaksana yang tidak kompeten, cenderung terlihat bagi-bagi proyek terhadap lingkaran dekat, dan lain sebagainya," katanya.
Penyebaran MBG pada daerah yang kurang tepat seperti memperlihatkannya sebagai program kejar target angka dibanding kualitas. Intinya, pelaksanaan setahun ini, MBG belum terlaksana sebagai keinginan Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana janji kampanyenya.
"Oleh karena itu, direkomendasikan agar Presiden jangan segan untuk melakukan perbaikan manajemen yang tepat dan menyeluruh, meski harus memperbaiki atau mengganti tim pelaksana MBG ke arah yang lebih kompeten," ujarnya.
Selain itu, muncul pula rekomendasi reformasi sektor keamanan tuntas dan damai. Adanya tragedi akhir Agustus 2025, telah memberi pesan akan harus adanya perbaikan di sektor keamanan. Hal ini tidak hanya soal perbaikan institusi keamanan dan personil serta kepemimpinannya, melainkan juga soal penataannya.
Lihat Juga :