Hasil Survei IndoStrategi: Rata-rata Skor Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran Kategori Sedang
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 22:19 WIB
loading...
Lembaga riset IndoStrategi merilis hasil survei kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, pemerintahan Prabowo-Gibran meraih skor 3 dari 5 atau kategori sedang. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga riset IndoStrategi merilis hasil survei kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka . Hasilnya, pemerintahan Prabowo-Gibran meraih skor 3 dari 5 atau kategori sedang.
Dalam survei ini, IndoStrategi mengkategorikan tiga skor. Pertama, skor 0,00-200 kategori kinerja buruk; kedua skor 2,01-4,00 kategori kinerja sedang; dan ketiga skor 4,01-5,00 kategori kinerja baik.
Baca juga: Survei Kinerja Menteri Setahun Pemerintahan Prabowo: Abdul Mu'ti Teratas, Bahlil Terbawah
"Berdasarkan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan secara nasional yang telah dipaparkan di atas, bisa disimpulkan bahwa rata-rata skor kinerja nasional berada pada kategori sedang atau 3,07," ujar Direktur Riset IndoStrategi Ali Noer Zaman saat memaparkan hasil riset di Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025).
Ali menjelaskan raihan itu tak terlepas dari kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di berbagai bidang seperti pada pemberantasan korupsi yang meraih nilai 3,50.
"Tampaknya publik masih menantikan inovasi dan gebrakan kebijakan dalam bidang yang lain seperti stabilitas harga, penegakan hukum dan HAM, dan penciptaan lapangan kerja, yang masing masing mendapatkan skor 3,00, 2,93, dan 2,65 atau kategori penilaian kinerja sedang," kata Ali.
Di sektor stabilitas politik dan keamanan, pemerintahan Prabowo-Gibran meraih skor 3,16; demokrasi dan kebebasan mendapat skor 3,14; transparansi dan akuntabilitas pemerintahan meraih skor 3,12; investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional mendapat skor 3,09, serta stabilitas harga barang meraih skor 3,00.
Survei IndoStrategi menggunakan pendekatan kualitatif dan metode purposive sampling. Terdapat 424 responden dari 34 provinsi yang dipilih berdasarkan kriteria pendidikan minimal Strata Satu (S1) dan memiliki pekerjaan tetap seperti guru, dosen, aktivis, karyawan, hingga pengusaha.
Selain wawancara langsung, riset ini juga melibatkan analisis terhadap sumber berita daring dan luring, dokumen resmi pemerintah, serta pandangan para pengamat dan akademisi.
Dalam survei ini, IndoStrategi mengkategorikan tiga skor. Pertama, skor 0,00-200 kategori kinerja buruk; kedua skor 2,01-4,00 kategori kinerja sedang; dan ketiga skor 4,01-5,00 kategori kinerja baik.
Baca juga: Survei Kinerja Menteri Setahun Pemerintahan Prabowo: Abdul Mu'ti Teratas, Bahlil Terbawah
"Berdasarkan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan secara nasional yang telah dipaparkan di atas, bisa disimpulkan bahwa rata-rata skor kinerja nasional berada pada kategori sedang atau 3,07," ujar Direktur Riset IndoStrategi Ali Noer Zaman saat memaparkan hasil riset di Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025).
Ali menjelaskan raihan itu tak terlepas dari kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di berbagai bidang seperti pada pemberantasan korupsi yang meraih nilai 3,50.
"Tampaknya publik masih menantikan inovasi dan gebrakan kebijakan dalam bidang yang lain seperti stabilitas harga, penegakan hukum dan HAM, dan penciptaan lapangan kerja, yang masing masing mendapatkan skor 3,00, 2,93, dan 2,65 atau kategori penilaian kinerja sedang," kata Ali.
Di sektor stabilitas politik dan keamanan, pemerintahan Prabowo-Gibran meraih skor 3,16; demokrasi dan kebebasan mendapat skor 3,14; transparansi dan akuntabilitas pemerintahan meraih skor 3,12; investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional mendapat skor 3,09, serta stabilitas harga barang meraih skor 3,00.
Survei IndoStrategi menggunakan pendekatan kualitatif dan metode purposive sampling. Terdapat 424 responden dari 34 provinsi yang dipilih berdasarkan kriteria pendidikan minimal Strata Satu (S1) dan memiliki pekerjaan tetap seperti guru, dosen, aktivis, karyawan, hingga pengusaha.
Selain wawancara langsung, riset ini juga melibatkan analisis terhadap sumber berita daring dan luring, dokumen resmi pemerintah, serta pandangan para pengamat dan akademisi.
(jon)
Lihat Juga :