PSBB Lagi, di Rumah Lagi

Senin, 14 September 2020 - 06:26 WIB
loading...
PSBB Lagi, di Rumah...
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengakui perihal tingkat keterisian RS yang disebutnya sudah mengkhawatirkan. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mulai hari ini, Senin (14/9), resmi menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kendati namanya sama, PSBB yang akan berlaku hingga 14 hari ke depan itu berbeda dengan PSBB sebelumnya yang diterapkan Maret lalu.

Pada PSBB kali ini, masih ada beberapa kegiatan yang diperbolehkan, dengan sejumlah syarat. Salah satunya yaitu kegiatan perkantoran. Namun pada prinsipnya, PSBB edisi teranyar yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88/2020 tentang Perubahan Pergub Nomor 33/2020 tentang PSBB itu menganjurkan agar warga DKI Jakarta tetap berada di rumah dan tidak bepergian, kecuali ada keperluan mendesak. Selain itu, untuk aktivitas dalam di bidang usaha esensial masih diperbolehkan.

Pergub tersebut juga mengatur lima hal yakni pembatasan di bidang aktivitas sosial, ekonomi, keagamaan, budaya, dan pendidikan. Selanjutnya pengendalian mobilitas, rencana isolasi terkendali, pemenuhan kebutuhan pokok, dan penegakan sanksi.

Adapun bidang kegiatan esensial yang dapat beroperasi dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% adalah kantor perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasional, badan usaha milik negara (BUMN)/badan usaha milik daerah (BUMD) yang turut serta dalam penanganan Covid-19 dan/atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat serta organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor sosial dan/atau kebencanaan. Sementara untuk kantor pemerintah boleh beroperasi dengan maksimal 25% pegawai, kecuali instansi yang bersifat pelayanan langsung kepada publik yang terkait kebutuhan mendasar seperti pemadam kebakaran dan kesehatan.

Pada Pergub tersebut juga disebutkan sanksi kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan. Maka perilaku hidup sehat dan disiplin menggunakan masker, jaga jarak, dan selalu mencuci tangan kini tak boleh lagi diabaikan.

Khusus untuk penggunaan masker, bagian ini mendapat perhatian lebih karena jika tidak dilaksanakan maka sanksi menanti. Tak tanggung-tanggung, dendanya mencapai ratusan ribu hingga satu juta rupiah. Selain itu, pelanggar juga harus melakukan kerja sosial selama empat jam.

Demikian juga untuk pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan, jika melanggar harus membayar denda ratusan juta rupiah hingga yang terberat pencabutan izin usaha.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
Berita Terkini
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved