Patrick Kluivert Dipecat, DPR Ingatkan Keberlanjutan Program: Bukan Sekadar Ganti Pelatih Tiap Target Tak Tercapai
Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:58 WIB
loading...
Patrick Kluivert dipecat sebagai pelatih tim nasional (Timnas) Indonesia. Foto/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menghormati keputusan PSSI memecat Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Politikus Partai Golkar ini berharap pemecatan tersebut diambil melalui evaluasi menyeluruh.
"Kami menghormati keputusan PSSI terkait pengakhiran kerja sama dengan Patrick Kluivert. Semoga keputusan ini diambil melalui evaluasi yang objektif serta menyeluruh," kata Hetifah saat dihubungi, Kamis (16/10/2025).
Hetifah pun mengapresiasi kontribusi Kluivert yang telah membawa Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, ia mengingatkan PSSI untuk fokus dan konsisten pembinaan, bukan mengganti pelatih setiap target tak tercapai.
Baca juga: Patrick Kluivert Dipecat, DPR: Jawab Keresahan Masyarakat
"Namun, kami berharap bahwa keberlanjutan program dan konsistensi pembinaan harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar mengganti pelatih setiap kali target tidak tercapai," ucapnya.
Untuk itu, Hetifah mendorong PSSI untuk terbuka kepada publik, ihwal alasan dan arah ke depan, serta memastikan pengganti yang memiliki visi jangka panjang, bukan solusi jangka pendek.
"Sepak bola Indonesia butuh kontinuitas dan pembangunan sistematis, dan kami di DPR akan terus mengawal agar transformasi sepak bola nasional tidak hanya bergantung pada figur, tetapi pada sistem dan tata kelola yang sehat," pungkasnya.
Sebelumnya, PSSI resmi memecat Patrick Kluivert dan jajaran tim kepelatihannya setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Keputusan besar ini diumumkan melalui laman resmi federasi pada Kamis (16/10/2025) dan menjadi langkah awal dari evaluasi total yang tengah digagas Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Dalam pengumumannya, PSSI menegaskan, kerja sama dengan Kluivert dan staf pelatih asal Belanda berakhir lebih cepat dari kontrak yang seharusnya berlangsung hingga 2027. Pemutusan kontrak ini dilakukan secara mutual termination atau kesepakatan bersama.
“Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination,” tulis pernyataan PSSI.
Langkah ini tak hanya menyudahi masa kepelatihan Kluivert, tetapi juga mengakhiri kerja sama dengan seluruh staf pendukung yang direkrutnya. Nama-nama seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, hingga Frank Van Kempen resmi meninggalkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia.
"Kami menghormati keputusan PSSI terkait pengakhiran kerja sama dengan Patrick Kluivert. Semoga keputusan ini diambil melalui evaluasi yang objektif serta menyeluruh," kata Hetifah saat dihubungi, Kamis (16/10/2025).
Hetifah pun mengapresiasi kontribusi Kluivert yang telah membawa Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, ia mengingatkan PSSI untuk fokus dan konsisten pembinaan, bukan mengganti pelatih setiap target tak tercapai.
Baca juga: Patrick Kluivert Dipecat, DPR: Jawab Keresahan Masyarakat
"Namun, kami berharap bahwa keberlanjutan program dan konsistensi pembinaan harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar mengganti pelatih setiap kali target tidak tercapai," ucapnya.
Untuk itu, Hetifah mendorong PSSI untuk terbuka kepada publik, ihwal alasan dan arah ke depan, serta memastikan pengganti yang memiliki visi jangka panjang, bukan solusi jangka pendek.
"Sepak bola Indonesia butuh kontinuitas dan pembangunan sistematis, dan kami di DPR akan terus mengawal agar transformasi sepak bola nasional tidak hanya bergantung pada figur, tetapi pada sistem dan tata kelola yang sehat," pungkasnya.
Sebelumnya, PSSI resmi memecat Patrick Kluivert dan jajaran tim kepelatihannya setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Keputusan besar ini diumumkan melalui laman resmi federasi pada Kamis (16/10/2025) dan menjadi langkah awal dari evaluasi total yang tengah digagas Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Dalam pengumumannya, PSSI menegaskan, kerja sama dengan Kluivert dan staf pelatih asal Belanda berakhir lebih cepat dari kontrak yang seharusnya berlangsung hingga 2027. Pemutusan kontrak ini dilakukan secara mutual termination atau kesepakatan bersama.
“Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination,” tulis pernyataan PSSI.
Langkah ini tak hanya menyudahi masa kepelatihan Kluivert, tetapi juga mengakhiri kerja sama dengan seluruh staf pendukung yang direkrutnya. Nama-nama seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, hingga Frank Van Kempen resmi meninggalkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :